Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Toda Dan Tomas Serahkan Lahan untuk Bangun Bandara Boking
NTT NEWS

Toda Dan Tomas Serahkan Lahan untuk Bangun Bandara Boking

By Redaksi26 Oktober 20173 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kadis Perhubungan Provinsi NTT, Ricard Djami, Annggota DPRD komisi IV, Jefri Un Banunaek, Agustinus Lobo, Agustinua Bria Seran, Merci Piung, Boni Jebarus, Nofrianto Umbu Patti Lende dan Kabid Sarana Dan Prasarana Transsporyasi, Erens Benu saat sosialisasi Pembangunan Bandara Boking. (Paul Resi)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Soe, Vox NTT- Dukungan dari Tokoh Adat (Toda) dan Tokoh Masyarakat (Tomas) Desa Meosin dan Desa Baos, Kecamatan Boking atas rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT untuk membangunan Bandar Udara di Boking Kecamatan Boking, Kabupaten TTS begitu kuat.

Hal tersebut dibuktikan dengan adanya penandatanganan surat kesediaan lahan yang ditandatangani oleh Yohanes Y. P Benu dari Desa Meosin, Yohanes Benu juga dari Meosin dan Yusak Tamonob dari Desa Baos.

Penandatanganan Surat Pernyataan Kesediaan Lahan tersebut dilakukan di Desa Meosin usai pra survei dan indentifikasi lokasi yang dilakukan oleh Tim dari Dinas Perhubungan Provinsi NTT di Desa Meosin, Rabu (25/2017).

Surat Pernyataan Penyerahan Lahan dari Toda dan Tomas Boking. (Foto: Paul Resi)

Menurut Kepala Dinas Perhubungan NT, Ricard Djami pada acara sosialisasi di areal Dermaga Boking mengatakan, pembangunan Bandara di Boking dilakukan secara bertahap, dimana ada 5 tahap yang harus dilakukan oleh tim yaitu pra survei dan identifikasi lokasi, studi kelayakan, master plan, studi amdal dan pelaksanaan pembangunan bandar udara.

Yang tidak kalah pentingnya kata Ricard adalah, ketersediaan lokasi atau lahan yang akan dihibahkan kepada pemerintah untuk pembangunan Bandara tersebut.

Setelah pra survei dan indentifikasi ini, akan dilanjutkan dengan studi kelayakan yang mungkin saja akan dilakukan tahun depan terpegantung tersedianya dana untuk studi kelayakan ini.

Sementara mewakil Komisi IV DPRD NTT Jefri Un Banunaek menegaskan, dirinya bersama angota komisi IV lainnya tentu memberikan dukungan secara politik, terutama politik anggaran bersama mitra di DPRD NTT agar pelaksanaan ke tahap berikutnya terutama anggaran untuk studi kelayakan pembangunam Bandara boking dapat dianggarkan pada APBD Murni Tahun 2018 mendatang.

Jefri optimis, rencana pembangunan Bandara di selatan Pulau Timor itu akan berjalam sesuai tahapan yang ada, karena baik pimpinan komisi IV dan seluruh anggota Komisi IV DPRD NTT sudah satu kata mendukung pembangunan Bandara boking.

Ruba Banunaek satu-satunya angota DPRD TTS yang hadir pada acara sosialisasi dan pra studi indentifikasi tersebut dalam arahannya menyambut baik dan positif atas rencana pemerintah Provinsi, untuk membangun bandar udara di Selatan Pulau Timor tersebut.

“Jika tahun lalu pa Jefri omong soal rencana mau bangun Bandara dan saya bilang itu tidak mungkin dan itu hanya mimpi, tapi hari ini mimpi itu sudah mengarah ke sebuah kenyataan dimana dimulainya tahap pertama dengan survei indetifikasi dan sosialisasi. Mudah-mudahan rencana ini bisa terwujud didukung sepenuhnya masyarakat, Pemda TTS dan DPRD TTS,” kata Ruba.

Camat Boking, Albert Kobi mengatakan, para tokoh adat dan tokoh masyarakat serta warga di Kecamatan Boking sudah memberikan dukungan penuh dengan pemberian lahan untuk dibangun Bandara Boking.

“Orang tua disini sangat dukung dan mereka bilang kalau bisa besok mau bangun na, bangun sudah,” kata Albert Kobi dalam sambutannya.

Menurut Kobi, dari sisi lahan yang akan dijadikan lokasi Bandara sudah tidak ada masalah. Hal ini dibuktikan dengan adanya tanda tangan Surat Penyertaan Kesediaan Lahan oleh beberapa tokoh adat yakni Yohanes Y.P Benu dari Meosin dan Yohanes Benu serta salah satu tokoh masyarakat, Yusak Tamonob.

Penulis: Paul Resi

Editor: Boni Jehadin

 

TTS
Previous ArticleSidang II DPRD TTU Panas
Next Article ATM “Parkir” Seminggu di Ketua Kelompok, Uang Anggota PKH Ludes

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.