Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Human Trafficking NTT»Gadis Asal Batang Jadi Korban Human Trafficking di Labuan Bajo
Human Trafficking NTT

Gadis Asal Batang Jadi Korban Human Trafficking di Labuan Bajo

By Redaksi28 Oktober 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT-Seorang gadis berinisial AKW kelahiran Batang, Provinsi Jawa Tengah menjadi korban perdagangan manusia di Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi NTT.

Korban dilaporkan melarikan diri dari tempat kerjanya di Labuan Bajo pagi tadi, Sabtu (28/10/2017) sekitar pukul 07.00 Wita.

Berdasarkan rilis yang terima VoxNtt.com dari Rumah Perlindungan Perempuan Labuan Bajo, gadis berumur 18 tahun ini direkrut oleh calo bernama Yoki asal Tangerang pada 19 Oktober 2017. Awalnya dia dijanjikan untuk bekerja sebagai pelayan restoran.

Namun sesampainya di Labuan Bajo, dirinya terkejut karena ternyata dirinya dipekerjakan di kafe Mawar Jingga sebagai pekerja seks komersial (PSK).

“Gadis ini terkejut dan menangis ketika dipekerjakan seperti ini. Pada dasarnya dia tidak mau bekerja seperti itu” ungkap Suster Yosephina, Koordinator Rumah Perlindungan Perempuan kepada VoxNtt.com melalui pesan WhatsApp.

Sr. Yosephina menjelaskan pagi tadi pukul 07.00 Wita, gadis kelahiran Batang, 15 Februari 1999 ini melarikan diri dari tempat kerjanya dan melaporkan kejadian itu ke Polres Manggarai Barat.

Saat ini, korban sudah diamankan di Kantor Rumah Perlindungan Perempuan Labuan Bajo sambil menunggu keberangkatannya ke kampung halaman di Batang.

“Gadis ini untuk sementara mencari perlindungan di rumah perlindungan perempuan. Dia begitu takut, cemas dan gelisah. Saat ini dia rindu untuk pulang ke kampung halamannya tapi sama sekali tidak punya biaya transportasi” ungkap koordinator JPIC SSPS Flores Bagian Barat ini.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Mabar, Iptu Dewa Ditya,S.Ik membenarkan adanya laporan korban. Ditya mengatakan korban melakukan pengaduan pagi tadi.

“Kita akan panggil sejumlah pihak  terkait untuk membongkar kasus ini” ungkap Ditya.

Kontributor: Gerasimo Satria

Editor: Irvan

Manggarai Barat
Previous ArticleMerah Putih Tergadai di Perbatasan
Next Article Diperkosa Ayah Kandung, “Dera” Pilu Bagi Anak

Related Posts

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026
Terkini

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.