Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»KOMA-Antologi Puisi Febhy Irene
Sastra

KOMA-Antologi Puisi Febhy Irene

By Redaksi4 November 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Febhy Irene
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

KOMA

Aku memblokir diriku sendiri

Semakin hitam

Duniaku tenggelam sampai dasar yang entah

Jiwaku mulai resah

Terpisah dengan raga tepat di pagi buta

Mataku tak lagi bisa melihatmu

Aku koma dengan angka paling rendah

Di situ aku mengerti

Detak jantung yang berdenyut itu adalah keberadaanmu

Aku butuh

Jangan ciptakan jarak

Lagi.

*)Febhy Irene

Ruteng, Oktober 2017
WULAN

Bianglala

Masuk ke dalam sunyi yang rimbun

Oh dia peri bertajuk serumpun melodi

Seperti mengerti rembulan

Dia tersesat cinta

Apa kau mengerti bagaimana rindu itu beranak cucu?

Lima wanita bijak

Mengelilingi retak-retak tanah, duri-duri ranting

Membawa cahaya, sampai purnama itu jatuh pada wajahmu

Kita dan karya ini

Sampai usai kita bercerita nanti

*Febhy Irene

Oktober 2017

PEMBUNUH

Kau menggenapi luka-lukaku yang terkubur dangkal

Bertatapan muka, kau pertajam titik terberat bernama kecewa

Tawaku pecah oleh sibukmu

Gelarmu mati di telapak para penjual ikan

Ku dengar kau memata-mataiku

Dengan banyak cara kau pedulikan kesibukan sang pelacur suci

Kau pembunuh yang kubiarkan menikam cermin

Sebab mempersuntingmu kesalahan abjad

Kau opsi terdekil  

konyol!!!

Berita kelam di pertengahan jejak

*)Febhy Irene

Oktober, 2017

Previous ArticleTahun 2018, Ranperda Pengakuan Masyarakat Adat Matim Dibahas
Next Article Puisi-Puisi Yandri Kapestrano Saima

Related Posts

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.