Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Fraksi Demokrat Tolak Pembangunan Gedung DPRD NTT dan Monumen Pancasila
HEADLINE

Fraksi Demokrat Tolak Pembangunan Gedung DPRD NTT dan Monumen Pancasila

By Redaksi22 November 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD NTT, Winston Rondo. (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPRD NTT menolak pengalokasian anggaran tahun 2018 untuk pembangunan gedung baru dan monumen Pancasila.

Pasalnya, pembangunan gedung baru DPRD NTT dan monumen Pancasila dinilai bukan kebutuhan mendesak.

Ketua FPD DPRD NTT, Winston Rondo beralasan, APBD mesti berpihak pada kepentingan dengan mengutamakan kebutuhan dasar rakyat yang bersifat mendesak.

“Hindari pembiayaan yang terkesan memboroskan anggaran,” ungkap Winston melalui pesan WhatsApp, Rabu (22/11/2017) siang.

Menurut dia, saat ini rencana dua item pembangunan itu menuai kritikan yang meluas dari publik melalui media massa.

Sorotan tersebut tentu saja menunjukkan betapa  pembangunan itu tidak selaras dengan kepentingan rakyat. Sebab itu, FDP DPRD NTT meminta tidak boleh dilanjutkan.

Fraksi partai besutan Susilo Bambang Yudoyono, kata Winston,  tetap konsisten untuk terus  berupaya mewujudkan politik anggaran di NTT yang mengutamakan kemanusiaan.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Kupang ini juga  mendorong kebijakan berpihak kebutuhan mendesak dan prioritas.

Itu seperti, pada ibu-ibu hamil dan melahirkan. Selanjutnya, kebijakan harus berpihak pada anak-anak NTT yang mengalami stunting dan kurang gizi.

Lalu, kepada korban bencana kekeringan yang mengakibatkan gagal tanam dan panen, serta guru kontrak dan komite yang dibayar sangat rendah.

Lebih lanjut ungkap Winston, kebijakan anggaran mesti berpijak pada 70 persen sekolah-sekolah di NTT yang perlu direhab ringan dan berat.

Menurutnya, beberapa persoalan ini kondisinya sedang mendesak.

“Setelah evaluasi, Fraksi Partai Demokrat temukan, politik anggaran APBD kita masih fokus urus bangun jalan dan jembatan, gedung-gedung megah dan mewah. Belum sungguh-sungguh terpanggil untuk urus manusia NTT seutuhnya,” katanya.

Winston menegaskan, FPD secara khusus memberikan pendapat politik agar fokus terhadap sektor–sektor yang menjadi perhatian utama, yakni pendidikan dan kesehatan.

Tak hanya itu, FPD juga kata dia, mendukung pemerintah untuk mengalokasikan anggaran untuk dana BOS daerah untuk mendukung operasional pendidikan dan pembiayaan guru kontrak komite.

“Harus ada inisiatif kebijakan dan anggaran untuk mengangkat guru komite di SMU dan SMK, yang menjadi kewenangan provinsi sesuai ketentuan aturan menjadi menjadi guru kontrak daerah provinsi,” tuturnya.

Karena itu, Winston berharap pemerintah perlu melakukan kajian dan analisa mendalam dari aspek kebutuhan, profesionalisme dan kondisi lembaga pendidikan yang ada sebelum melakukan mutasi.

“Karena fraksi kami mendapatkan laporan, adanya kebijakan mutasi para kepala sekolah dan guru yang mengkhawatirkan, karena berdasarkan alasan yang tidak jelas, seperti yang juga saat ini dikeluhkan juga terkait kebijakan mutasi dilingkup pemerintah provinsi, yang terkesan masih jauh dari semangat the right man on the right place,” tutupnya.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Boni Jehadin

Kota Kupang
Previous Article51 Kelurahan di Kota Kupang Kampanyekan TPPO
Next Article KPK Diminta Periksa Lebu Raya

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.