Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Pos Jaga Gua Golocuru- Ruteng Mubazir
NTT NEWS

Pos Jaga Gua Golocuru- Ruteng Mubazir

By Redaksi27 November 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pos jaga di Gua Golo Curu, Kelurahan Karot, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai (Foto: Ano Parman/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Pos jaga gua Golocuru, Kelurahan Karot, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai mubazir. Sebab, sejak selesai dibangun tahun 2016 lalu, pos itu tidak pernah ditempati penjaga.

Pantauan VoxNtt.com di lokasi, pos jaga itu terlihat sepi tanpa penjagaan. Pintu depan dan belakang terkunci. Tapi, jendela kaca dapat dibuka dari luar. Dengan itu, siapapun bisa melihat bagian dalam pos itu.

Hal Itu disebabkan karena kayu pembungkus kaca sudah lapuk. Lapuknya kayu itu diduga karena jenis kayu asal-asalan sehingga tak heran jika berusia pendek.

Selain itu, ditemukan juga pintu belakang sudah lapuk dan berlubang. Parahnya lagi tembok penahan yang dibangun bagian timur sudah retak-retak.

Beralih ke kamar WC, kondisinya sangat memprihatinkan. Pipa air tidak ada, sehingga WC tak bisa berfungsi. Akibatnya, pengunjung gua Golo Curu yang hendak membuang WC terpaksa menyasar di sembarangan tempat.

Fino, seorang pengunjung yang ditemui VoxNtt.com di gua Golocuru, Kamis (23/11/2017) mengaku prihatin dengan kondisi tersebut.

“Kalau memang tidak ada orang, ya mending tidak usah dibuat saja ini barang,” tukasnya.

Sebab itu, dia berharap pemerintah daerah segera menempatkan penjaga agar pos itu tidak mubazir dan bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

“Kalau tidak, ama-lama (pos) ini bisa jadi rumah hantu,” ujarnya sambil tertawa.

 

Kontributor: Ano Parman
Editor: Adrianus Aba

Manggarai
Previous ArticleSeniman Asal Kanada Peduli SDN Nanga Boleng
Next Article Unggulkan Marianus Sae, Aspek Integritas Moral Survei LPP UI Diragukan

Related Posts

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.