Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Baru Berusia Dua Bulan, Jalan di Pocolia Matim Rusak Parah
Regional NTT

Baru Berusia Dua Bulan, Jalan di Pocolia Matim Rusak Parah

By Redaksi29 November 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Lapen di desa Pocolia yan Sudah Mulai Rusak (Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Pengerjaan lapen di Desa Pocolia, Kecamatan Poco Ranaka diduga asal jadi.

Bagamana tidak, proyek lapen yang dananya bersumber dari dana desa itu, baru dikerjakan bulan September lalu. Tetapi, tampak di beberap titik aspalnya sudah rusak.

Van Agut, warga desa Pocolia kepada VoxNtt.com via pesan whattsapp, Rabu (29/11/2017) mengatakan, proyek lapen di desa Pocolia diduga kerja asal jadi.

“Bulan september kerjanya. Sekarang sudah rusak lagi. Itu karena kontraktor kerja asal jadi,” kata Van.

Selain itu, Van membeberkan, sejumlah fakta tentang kejanggalan dalam pengerjaan proyek tersebut, antara lain jumlah dana yang dianggarkan masih misteri, papan (plang) proyek juga tidak ada.

Ruas jalan di Desa Pocolia saat pengerjaan. (Foto: Istimewa)

“Sepertinya ini proyek siluman. Karena papan proyek saja masih kami tanyakan. Papan proyek tidak ada. Kami sebagai masyrakat tidak mengetahui jumlah dana untuk pengerjaan lapen ini. Kami sangat menyayangkan ini. Padahal prinsip pengelolaan dana desa itu harus transparan, efisien, dan akuntabel. Di desa Pocolia sangat tertutup,” tegas Van.

Dikatakan Van, kontraktor yang mengerjakan lapen itu harus segera memperbaiki kerusakan yang ada. Apalagi proyek itu masih dalam masa pemeliharaan.

“Pemerintah desa harus tegas kepada kontraktor. Ini proyek dikerjakan pakai uang rakyat, bukan pakai uang pribadi mereka. Jadi harus kerja dari hati, biar kualitas aspalnya terjamin,” ujar Van penuh kesal.

Dia juga berharap kepada pemerintah Manggarai Timur melalui dinas terkait dan inspektorat Matim, agar turun langsung ke desa untuk mengecek jalannya proses pembangunan di desa Pocolia itu.

Hal itu kata dia, agar dana desa dikelola dan digunakan sesuai regulasi yang ada.  Bukan atas kemauan pribadi kepala desa dan aparat pemerintah desa.

Penulis: Nansisius Taris

Editor: Boni J

Manggarai Timur
Previous ArticleBenarkah Romanus Woga Terserang Stroke? Ini Faktanya
Next Article ROMA Daftar Independen, PKB Sikka Bawa Atribut Partai

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.