Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Mutu Pendidikan di Ende Berada pada Zona Merah
HEADLINE

Mutu Pendidikan di Ende Berada pada Zona Merah

By Redaksi29 November 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Para siswa Sekolah Dasar Detupau, Wolowaru-Ende, NTT melintasi jalur longsor (Foto: Vickar Laka)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, VoxNTT-Pemerintah Kabupaten Ende terus mengevaluasi mutu pendidikan yang beberapa tahun terakhir menjadi sorotan publik.

Selain persentase kelulusan pada setiap jenjang pendidikan, pemerintah menilai kualifikasi nilai C dan nilai D bukan pada posisi yang aman.

Pemetaan ujian akhir oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan selama tiga tahun terakhir menunjukan bahwa Kabupaten Ende pada posisi menengah ke bawah.

Dengan demikian maka mutu pendidikan di Ende selama ini berada pada zona merah atau zona siaga.

Sementara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende membeberkan setidaknya dua hasil analisis capaian.

Pertama, Ujian Kompetensi Guru (UKG) Tahun 2015 dan Tahun 2016 menunjukkan bahwa, rata-rata hasil UKG para guru di Kabupaten Ende berada di bawah standar Nasional dan standar Provinsi peringkat 12 dari 21 Kabupaten di NTT.

Kedua, hasil akreditasi sekolah oleh Unit Pengelola Akreditasi Kabupaten Ende menunjukkan bahwa sebagian sekolah telah kadaluwarsa atau lewat masa laku sertifikat akreditasi sekolahnya.

“Kalau nilainya atau kualifikasi nilai berada pada posisi C dan D lalu seratus persen, apa yang harus dibanggakan seorang Bupati,”kata Bupati Marselinus  Petu dalam rapat koordinasi dengan ratusan tenaga pendidik sekaligus meresmikan kantor Pendidikan dan Kebudayaan di Jalan Soekarno, Ende, NTT, Rabu (29/11/2017).

Untuk itu, Bupati Marsel merekomendasikan beberapa poin untuk dijalankan demi mencapai tujuan meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Ende.

Pertama, perlu ada peningkatan uji kompetensi guru yang masih rendah berkolerasi dengan akreditasi sekolah terutama standar isi dan standar proses.

Kedua, pemerintah akan perhatian khusus bagi Guru Tidak Tetap (GTT) dengan memberikan insentif pada tahun 2018.

Ketiga, mendukung peningkatan biaya transportasi bagi pengawas disertakan dengan kendaraan dinas pengawas.

Namun demikian, Bupati Marsel tetap menggarisbawahi bahwa karakteristik pendidikan di Kabupaten Ende tetap bernilai budaya.***

Penulis : Ian Bala

Editor: Ardy Abba

Ende
Previous ArticleKorban Kekerasan Butuh Rumah Aman
Next Article Ruas Jalan ke Lawalutolus dan Duabesi Belu Memprihatinkan

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.