Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Kades Buti Bantah Peras Warganya
Regional NTT

Kades Buti Bantah Peras Warganya

By Redaksi6 Desember 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Desa Buti, Paskalis Ireneris Heri Ningsi (Foto: Nansianus Taris/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Kepala Desa Buti, Kecamatan Sambi Rampas, Paskalis Ireneris Heri Ningsi membantah tuduhan telah memeras warganya saat merekam e-KTP di Borong, ibu kota Kabupaten Manggarai Timur (Matim) beberapa waktu lalu.

Paskalis menyatakan, tuduhan warganya tersebut tidak benar.

“Saya tidak tahu warga datang ke Borong. Saya tidak bertemu dengan mereka waktu itu. Sama sekali saya tidak tahu. Kaget ada berita saya peras warga. Saya merasa tersinggung sekali dengan berita yang sudah dimuat itu. Karena semua itu tidaklah benar,” tegas Paskalis kepada VoxNtt.com di Borong, Rabu (06/12/2017).

Baca: Rekam e-KTP di Borong, Kades Buti Diduga Peras Warga

Dia memang membenarkan bahwa pada Rabu, 29 November lalu warganya datang merekam e-KTP dan mengurus kartu keluarga di Borong. Namun kedatangan warga Buti tersebut bukan atas perintah dari pemerintah desa.

“Mereka datang rekam e-KTP dan urus kartu keluarga karena tuntutan program. Mereka datang saja ke Borong, saya tidak tahu,” ujar Paskalis.

Saat warganya datang mengurus e-KTP dan Kartu Keluarga memang Paskalis berada di Borong. Namun ia mengaku, dirinya sibuk dengan urusan di Dinas PMPD Matim.

Menurut Paskalis, dirinya datang ke Borong bukan untuk mengurus administrasi kependudukan warganya di Kantor Disdukcapil Matim.
“Waktu itu, saya sempat bertemu dengan warga yang datang di sana. Pas saya pulang dari BPMPD. Tetapi tidak ada urus apa-apa. Apalagi minta uang. Waktu itu, saya hanya tanya, sudah foto? Mereka bilang belum, tetapi sudah daftar. Tunggu dipanggil saja. Hanya bertemu begitu saja. Sudah itu, saya jalan,” jelas Paskalis.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

Manggarai Timur
Previous ArticleEksploitasi Tambang Pasir Besi Nangaba Ditutup, Abrasi Muncul
Next Article Gedung SDN Banoko Ambruk, Pemda TTU Dinilai Lelet

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
Terkini

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.