Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Kondisi Jalan Peninggalan Belanda Ini Memprihatikan
Regional NTT

Kondisi Jalan Peninggalan Belanda Ini Memprihatikan

By Redaksi14 Desember 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi jalan peninggalan Belanda di Desa Kuatae, Kecamatan Kota Soe, Kab. TTS. (Foto: Paul Resi)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Soe, Vox NTT-Kondisi jalan yang dibuka sejak zaman penjajahan Belanda sepanjang 7 km, tepatnya di lingkar luar, melintasi Kampung Aman, Desa Kuatae, Kecamatan Kota Soe sangat memprihatinkan.

Kerusakan terjadi mulai dari depan rumah jabatan Bupati TTS, Kampung Aman sampai km 7 sama sekali belum diperbaiki.

Menurut Jonathan Selan, Kepala Dusun 1, Desa Kuatae, Kecamatan Kota Soe yang ditemui di kediamannya di Kuatae, pemerintah Desa Kuatae sudah berulangkali meminta kepada pemerintah Kabupaten TTS untuk segera memperbaiki jalan tersebut, sayangnya permintaan mereka hingga kini belum dipenuhi.

“Kami sudah berulangkali minta kepada pemerintah untuk segera perbaiki jalan tersebut tapi mana, pemerintah tidak mau dengar,” kesal Jonathan.

Jonathan menambahkan, jalan tersebut merupakan jalan yang dikerjakan sejak zaman pemerintahan Hindia Belanda untuk memperlancar mobilisasi dari dan menuju Kupang.

“Sebelum ada jalan di depan Pertokoan itu, semua kendaraan lewat jalan ini, dan jalan ini merupakan jalan yang bersejarah dimana dikerjakan pada zaman Belanda. Tapi kenapa pemerintah kita, TTS tidak mau perbaiki,” sesal Jonathan.

Ven Nabu, warga desa Kuatae lainnya juga memberikan komentar serupa. Menurut Ven, warga desa Kuatae sangat terganggu dengan kondisi jalan yang rusak tersebut.

Apalagi Desa Kuatae merupakan salah satu desa di pinggir Kota Soe yang menjadi salah satu penyangga ekonomi masyarakat di Kota Soe, dengan hasil kebunya yang terdiri dari sayur-sayuran dan hasil tanaman palawija lainnya.

“Bagaimana kami masyarakat merasa nyaman untuk pergi jualan di pasar Inpres Soe kalau kondisinya jalananya rusak parah? Desa Kuatae kan salah satu desa penyangga ekonomi untuk masyarakat Kota Soe,” kata Ven Nabu.

Keduanya meminta agar pemerintah Kabupaten TTS segera memperbaiki jalan yang hanya 7 km tersebut. Kalau dilihat sangat tidak adil jika aspal hotmix hanya sampai di depan rumah jabatan Bupati kemudian sepanjang 7 km jalannya rusak.

Tepat di Km 7 terlihat kondisi jalannya sangat bagus alias hotmix. “Ini yang kami sesalkan. Masa hotmix hanya sampai di depan rumah jabatan bupati lalu masuk ke desa kami jalan rusak dan sampai di km 7 jalannya hotmix. Jadi tolonglah untuk perbaiki jalan tersebut,”pinta Ven dan Jonathan.

Pantauan wartawan Voxntt.com di Soe, akibat kondisi jalan yang rusak disarankan agar pengenda baik roda 4 maupun roda 2 untuk berhati-hati jika melintasi jalan tersebut apalagi pada waktu hujan jalanannya amat licin.

Penulis: Paul Resi

Editor: Boni Jehadin

 

TTS
Previous ArticleImigrasi Atambua Pulangkan Empat Warga Tiles
Next Article Menimbang Ray, Lusia dan Marianus

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.