Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Staf Dishub Belu Ditemukan Tak Bernyawa
NTT NEWS

Staf Dishub Belu Ditemukan Tak Bernyawa

By Redaksi28 Desember 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua,Vox NTT- Oktoviano Ferrao, staf pada Dinas Perhubungan kabupaten Belu ditemukan tidak bernyawa di Terminal Naresa, Desa Naekasa, kecamatan Tasifeto Barat, Belu.

Informasi yang dihimpun VoxNtt.com, korban ditemukan pertama oleh rekan kerjanya Klefas Nahak pada Kamis, (28/12/2017) sekitar pukul 08.30 wita.

Diinformasikan, Klefas tiba di TKP pada pukul 06.00 wita lalu membersihkan ruang tunggu terminal.

Ketika sampai di ruangan, Klefas sempat memanggil korban yang tinggal di kantor terminal tersebut, namun tak menyahut.

Karena tak ada jawaban, dia (Klefas) pun mengintip melalui jendela dan melihat korban sedang tidur terlentang di lantai sehingga ia memutuskan untuk terus menyapu di ruang tunggu terminal tersebut.

Tak lama berselang tiga orang rekan kerja korban Emanuel Andrada, Fiktor Mesak dan Ferdnandus Manek Bot tiba di terminal Naresa.

Saat tiba, ketiga rekan kerjanya iti diberitahu Klefas bahwa korban sedang tidur di lantai sehingga mereka memutuskan untuk membuka pintu menggunakan kunci cadangan di pos jaga terminal Naresa.

Saat rekan-rekan korban masuk, mereka mendapati korban sudah tidak bernyawa lagi sehingga mereka memutuskan untuk menghubungi Kepala terminal Naresa, Tarochi Bau.

Diinformasikan, korban sudah tinggal di terminal Naresa sejak 21 September 2017. Setelah dievakuasi dan dilakukan pemeriksaan oleh dr. Felix Chiristian Tjiptadi, korban dikatakan meninggal akibat penyakit jantung.

Hal tersebut diamini keluarga korban. Menurut keluarga, korban selama ini mempunyai riwayat penyakit darah tinggi dan pernah dirawat di Rumah Sakit Sito Husada Atambua.

Atas kematian Oktoviano, keluarga menerima kematian tersebut sebagai musibah sehingga keluarga menolak untuk diotopsi.

Terpisah, kepolisian resort Belu melalui Kasat Reskrim Iptu Jemi Noke mengatakan walaupun pihak keluarga keberatan untuk dilakukan otopsi namun Kepolisian akan tetap melakukan penyelidikan untuk mengungkap sebab kematian korban.

Penulis: Marcel Manek

Editor: Boni J

Belu
Previous ArticleWNA Asal Swedia Hilang di Perairan Taman Nasional Komodo
Next Article Komunitas TMR Kota Kupang Siap Menangkan BKH di Pilgub NTT 2018

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.