Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Ajaran PMKRI Jadi Kekuatan BKH Kembali Maju di Pilgub NTT
HEADLINE

Ajaran PMKRI Jadi Kekuatan BKH Kembali Maju di Pilgub NTT

By Redaksi16 Januari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
BKH bersama ibunya saat berada di Jembatan Wae Wuang, Kecamatan Satarmese Barat, Kabupaten Manggarai (Foto: Adrianus Aba)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere,Vox NTT– Sosok Benny Kabur Harman (BKH) tercatat sudah dua kali maju sebagai calon gubernur NTT. Satu diantaranya pernah menjadi bakal calon, namun gagal mendapatkan sokongan partai politik.

Pilgub 2018 ini merupakan keikutsertaan BKH dalam kanca Pilgub NTT terhitung untuk ketiga kalinya. Hal itu tidak menyurutkan semangatnya untuk kembali maju.

Alasannya, mantan Ketua PMKRI Cabang Malang ini meyakini betul ajaran yang diperolehnya selama bergiat di organisasi mahasiswa katolik itu.

PMKRI mengajarkan 3 benang merah yakni kristinitas, fraternitas dan intelektualitas.

Kristinitas berarti meneladani keberpihakan Yesus pada mereka yang lemah. Intelektualitas bermakna berbagi dan memajukan pengetahuan. Sementara, fraternitas bermakna memperlakukan manusia secara setara.

“Karena option for the poor atau keberpihakan kepada yang lemah yaitu rakyat maka kita harus merebut kekuasaan. Kalau bisa merebut kekuasaan kita bisa memberikan perubahan bagi rakyat,” ungkap BKH usai berdialog dengan para aktivis dan alumni PMKRI Maumere di Marga Juang PMKRI Maumere, Jumat (12/1/2018).

BKH menceritakan di tahun 2008 lalu dirinya tidak mendapatkan cukup dukungan partai. Di tahun 2013, BKH yang maju dengan Willem Nope kalah dalam pemungutan suara.

“Tahun 2013 kita digagalkan oleh isu korupsi. Pemanggilan ke KPK yang keluar di Minggu tenang. Padahal saya hanya dipanggil untuk dimintai keterangan. Saya bahkan tidak pernah jadi saksi kasus korupsi di pengadilan. Kalau dipanggil KPK itu biasa kalau jadi saksi di pengadilan itu baru berpotensi jadi tersangka,” terangnya.

Terkait adanya kemungkinan dimainkannya isu agama pada Pilgub 2018 ini, BKH tegas menyatakan menolak hal itu. Menurutnya, NTT sebagai provinsi yang plural harus menjaga keharmonisan.

Baca: Mengenal Lebih Dekat Siapa Benny K Harman Sesungguhnya

“Kita bangun NTT untuk semua. Kita bhineka, kita Harmoni,” tandas bakal calon gubernur yang berpasangan dengan Benny Alexander Litelnoni itu.

Penulis: Are de Peskim
Editor: Adrianus Aba

Sikka
Previous ArticleBupati Tote Resmikan Gedung SMAN 2 Kota Komba
Next Article  MS-EN Dijadwalkan Kunjungi TTU

Related Posts

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Sebina: Bertahan Hidup, Sekolahkan Anak di Tengah Kemiskinan Manggarai Timur

25 Februari 2026
Terkini

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.