Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Survei Kompas yang Unggulkan Marianus Sae Ternyata Hoax
NTT NEWS

Survei Kompas yang Unggulkan Marianus Sae Ternyata Hoax

By Redaksi19 Januari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
ilustrasi (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT– Momentum Pilgub NTT 2018 ini menjadi ajang penyebaran hoax atau informasi yang tidak benar. Tidak tanggung-tanggung, kawanan tak bertanggungjawab mencatut Litbang Kompas terkait survei Pilgub NTT.

Klarifikasi Harian Kompas

Dalam survei yang beredar di sosial media tersebut terpampang tabel dan diagram yang menampilkan elektabilitas 4 pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur yakni Marianus Sae-Emy Nomleni, Viktor Laiskodat-Josef Nai Soi, Beny Harman-Beny Litelnoni, dan Esthon Foenay-Christian Rotok.

Survei diklaim dilakukan di 22 kabupaten/kota pada periode Januari 2018.

Hasilnya elektabilitas Marianus Sae-Emy Nomleni yang paling tinggi yakni sebanyak 26,18 persen, disusul Viktor Laiskodat-Josef Nai Soi sebesar 25,49 persen, dan pasangan Esthon Foenay-Christian Rotok berada pada posisi ketiga dengan elektabilitas sebesar 21,47 persen. Sementara itu, pasangan Benny Kabur Harman-Beny Litelnoni menempati urutan buntut dengan elektabilitas sebesar 20,86 persen.

Rupanya informasi tersebut tidak benar. Pihak Kompas pun secara resmi mengeluarkan klarifikasi melalui akun tweeter Harian Kompas @hariankompas pada Jumat (19/1/2018).

Dalam postingan tersebut pihak Kompas membantah melakukan survei Pilgub atau pun Pilkada di NTT.

“Beredar gambar yang mengesankan hasil survei yang dilakukan oleh Litbang Kompas (@KompasData). Perlu kami tegaskan bahwa kami TIDAK melakukan survei di NTT terkait Pilkada 2018,” tulis akun tersebut.

Penulis: Are De Peskim

Editor: Irvan K

Sikka
Previous ArticleAbubakar Pastikan PDIP Segera Jatuhkan Sanksi Terhadap Ray
Next Article Bupati Tote Ucapkan Terima Kasih untuk Marselis Sarimin Karong

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026
Terkini

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.