Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»John Nahas: Banyak Pejabat di Matim Masuk Penjara karena Pemimpinya Tidak Becus
Pilkada

John Nahas: Banyak Pejabat di Matim Masuk Penjara karena Pemimpinya Tidak Becus

By Redaksi22 Januari 20181 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Yohanes Nahas, Ketua DPD II Golkar Manggarai Timur (Foto: Ist-)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT– Ketua DPD II Golkar Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Yohanes Nahas menyatakan banyak pejabat di daerah itu masuk penjara lantaran pemimpinnya tidak becus.

“Banyak kita punya pejabat yang masuk bui di Kupang. Itu dikarenakan mereka tidak mampu mengelola keuangan daerah. Pemimpinnya tidak becus, sehingga yang di bawah buat sesuka hati saja. Saya ini omong berdasarkan fakta dan data,” tegas Nahas dalam acara deklarasi keluarga pasangan Frans Sarong dan Kasmir Don (Paket Sarong-Kasmir), bakal calon bupati dan wakil bupati Matim di Mano, Minggu (21/01/2018).

John Nahas menegaskan, korupsi di Matim terjadi karena pemimpinnya tidak bisa memberikan arahan dan pemahaman tentang tata cara pengelolaan keuangan daerah.

Bagi dia, hal itu perlu disampaikan agar masyarakat Matim bisa memilih calon pemimpin yang benar, jujur, dan berintegritas.

Mantan Ketua DPRD Matim itu juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar hati-hati dengan kandidat yang menggunakan politik uang untuk meraup suara.

“Kalau ada kandidat yang kasih uang, terima uangnya, tetapi jangan pilih orangnya,” kata Nahas.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

Manggarai Timur
Previous ArticleNelayan Asal Alor Diduga Diterkam Buaya di Pantai Wini TTU
Next Article Relawan HARMONI TTS Tekad Menangkan BKH-Litelnoni

Related Posts

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026

PDI Perjuangan Tak Hanya Salurkan Logistik, Perhatian Kesehatan Korban Bencana Jadi Prioritas

19 Agustus 2026
Terkini

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.