Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Di Ende, Pendemo dan Polisi Baku Jotos
HUKUM DAN KEAMANAN

Di Ende, Pendemo dan Polisi Baku Jotos

By Redaksi25 Januari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Polisi dan Pendemo baku jotos pada simulasi pengamanan Pilkada Tahun 2018 (Foto: Wily Sumardi)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Pengunjuk rasa menggelar aksi protes terhadap KPU Ende pada Kamis (25/01/2018). Aksi protes itu berkaitan dengan proses penyelenggara pemilu yang tidak netral.

Ratusan pengunjuk rasa mengamuk di Kantor KPU. Mereka menganggap pihak KPU memihak kepada salah satu pasangan calon.

Situasi unjuk rasa semakin memanas lantaran pihak KPU enggan bertemu massa. Aksi protes warga berakhir ricuh dan anarkis.

Lewat pengeras suara, polisi menghimbau agar pendemo tetap mengendalikan diri. Namun, tidak diindahkan dan bahkan pendemo terus membuat anarkis.

Polisi pun terpaksa mengerahkan kendaraan water cannon lantas menyemprotkan air ke kerumunan massa. Tak membuahkan hasil, petugas menembakkan gas air mata.

Pada kesempatan itu pun terjadi baku lempar antara Pendemo dan Polisi. Sebagian pendemo juga tertusuk peluru tajam dan kemudian diantar ke RSUD Ende.

Kericuhan tersebut merupakan bagian dari simulasi penanganan unjuk rasa anarkis, yang digelar Polres Ende di Lapangan Brimob, KM 4, Jalan Gatot Subroto.

Kapolres Ende, AKBP Achmad Muzayin usai itu mengatakan, simulasi bertujuan untuk mengantisipasi hal terburuk selama pengamanan Pemilukada 2018.

Ia berharap agar masyarakat Kabupaten Ende secara bersama-sama untuk menjaga keamanan.

“Hari ini merupakan hari ketiga. Sebelumnya hari pertama di Mapolres, kita lakukan teori. Hari kedua di lapangan ini dan hari ketiga pemantapan di tempat ini,” ucap Kapolres Muzayin

 

Penulis: Ian Bala
Editor: Adrianus Aba

Ende
Previous ArticleSoal Dugaan Korupsi 21 M di Matim, Ini Penjelasan Polres Manggarai
Next Article HUT Ende Tengah, Olahraga Tradisional Akan Ditampilkan

Related Posts

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
Terkini

Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

28 Juni 2026

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.