Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Tahun 2018, Distan TTU Fokus Kembangkan 4 Komoditi
Ekbis

Tahun 2018, Distan TTU Fokus Kembangkan 4 Komoditi

By Redaksi13 Februari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi jagung
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,Vox NTT- Pada tahun 2018 ini, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten TTU memfokuskan pada pengembangan 4 komoditi.

Keempatnya antara lain; padi seluas 1000 hektare, jagung 500 hektare, kacang tanah 500 hektare, dan bawang putih lokal 200 hektare.

“Tahun 2018 ini, kita fokus di pengembangan 4 komoditi saja yakni padi, jagung, kacang tanah dan juga bawah putih local. Kita optimis bisa jalan tahun ini,” ujar Plt. Kepala Distan Kabupaten TTU, Gregorius Ratrigis saat ditemui VoxNtt.com di ruang kerjanya, Senin (12/02/2018).

Ratrigis menjelaskan, untuk pengembangan padi akan dilakukan pada triwulan 3 tahun 2018.

Sedangkan untuk jagung dan kacang tanah akan dilakukan pengembangannya pada triwulan 3 tahun 2018. Daerah pengembangan di wilayah Desa Letneo dan Usapinonot, Kecamatan Insana Barat.

Sementara untuk pengembangan bawang putih lokal, jelas Ratrigis, akan dikembangkan pada triwulan 2 tahun 2018 di beberapa desa di Kecamatan Miomafo Barat.

“Itu beberapa desa yang menjadi target kita tahun ini, kalau hasilnya memuaskan maka kita akan kembangkan lagi di desa lainnya,” katanya.

Ditanya terkait target pasar untuk penjualan untuk 4 komoditi yang akan dihasilkan, Ratrigis mengaku saat ini dirinya belum memikirkan hal tersebut lantaran masih fokus untuk pengembangan hingga mendapatkan hasilnya.

“Kita masih fokus untuk pengembangan dulu, mengenai pasarnya mau bagaimana, saat ini belum ada dalam perencanaan kita,” jelasnya.

 

Penulis: Eman Tabean
Editor: Adrianus Aba

TTU
Previous ArticleAnggota Polres TTU Dinilai Sewenang-wenang
Next Article Komunitas LAPUK BALI Galang Dana Untuk Aquino, Balita Tanpa Lubang Anus dan Bocor Jantung

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.