Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»200 Rumah di Perbatasan Belu Belum Dialiri Listrik
HEADLINE

200 Rumah di Perbatasan Belu Belum Dialiri Listrik

By Redaksi19 Februari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Melki Lelo, Anggota DPRD Belu, Fraksi PKS (Foto: Marcel/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua, Vox NTT-Sebanyak 200 rumah di perbatasan RI-RDTL, tepatnya di dusun Bobalaka desa Maumutin kecamatan Raihat, Belu hingga saat ini belum menikmati listrik.

Hal tersebut disampaikan Melkiaris Lelo, Anggota DPRD Belu Fraksi PKS kepada VoxNtt.com di Atambua, Senin, (18/02/2018).

Melki, demikian ia disapa, menjelaskan usulan untuk jaringan listrik ke 200 rumah sudah dimasukan ke PLN Rayon Atambua sejak tahun 2017, namun hingga Februari 2018, belum ada realisasi, sementara warga sudah mengumpulkan uang muka dengan besaran Rp 1.500.000 per rumah.

Melki mengatakan, akibat permohonan masyarakat belum dijawab, masyarakat Desa  Maumutin terus menagih.

“Kami sudah masukan permohonan sejak tahun 2017, namun permohonan kami belum dijawab PLN. Masyarakat tagih terus di saya”ujar Melki.

Kondisi di lapangan, tutur Melki, sudah ada kabel jaringan yang melintas di desa Maumutin, namun PLN Atambua beralasan arus tidak cukup sehingga listrik ke 200 rumah tersebut belum bisa dialiri.

Terpisah Kepala Desa Maumutin, Yohanes Leki mengatakan bahwa pemerintah desa Maumutin sudah dua kali mengajukan permohonan kepada PLN Rayon Atambua untuk pemasangan jaringan listrik, namun sampai saat ini belum terealisasi.

Hal itu dikatakan Kepala Desa Maumutin kepada VoxNtt.com, saat dikonfirmasi Senin (19/2/2018). Dikatakannya, masyarakat Bobalaka sangat merindukan listrik PLN.

Yohanes menjelaskan jaringan listrik PLN hanya terpasang di jalur utama atau jalan sabuk merah sedangkan ke kampung Bobalaka yang jarak dari jalan utama sekitar 500 meter belum dipasang listrik.

Saat ini masyarakat meminta PLN agar segera memasang jaringan listrik ke kampung tersebut karena listrik merupakan kebutuhan dasar masyaraakat.

“Saya sudah usulkan dua kali tapi sampai saat ini belum realisasi. Kita minta PLN bisa pasang listrik ke kampung Bobalaka,” ungkap Yohanes.

Penulis: Marcel Manek

Editor: Irvan K

Belu
Previous ArticleEnam Mosalaki Lio Alih Dukungan ke Paket Marsel-Djafar
Next Article Badan Jalan Tertutup Longsor, Jalur Ruteng-Macang Pacar Putus

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.