Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Jalan Menuju Desa Alorawe Rusak Berat
Regional NTT

Jalan Menuju Desa Alorawe Rusak Berat

By Redaksi22 Februari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Jalan menuju Desa Alorawe rusak berat
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Ruas jalan menuju Desa Alorawe, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo hingga kini rusak berat.

Pantauan VoxNtt.com pada Selasa, 20 Februari 2018, kondisi aspal jalan menuju desa tersebut tampak sudah tidak membekas lagi.

Baca: Derita ke Desa Alorawe Boawae

Bahkan di beberapa titik tampak badan jalan sudah berlubang dan masih menganga.

Jalan yang rusak parah itu terdapat di Pertigaan Desa Dhereisa sampai Desa Alorawe.

Akibatnya, para pengendara harus ekstra hati-hati ketika melintasi ruas jalan tersebut. Jika tidak, nyawa menjadi taruhannya.

Adrianus Aku, salah seorang warga Alorawe  mengaku, sudah belasan tahun ruas jalan utama menuju desanya itu rusak dan tidak diperbaiki oleh pemerintah.

Baca: Tidak Ada Jembatan, Petugas Medis Polindes Alorawe Kesulitan Evakuasi Pasien

“Jalan rusak, jembatan tidak ada, tambah listrik juga tidak ada genaplah sudah derita kami. Kami hanya pasrah dengan keadaan ini,” ucap Adrianus.

Menurut dia, warga Desa Alorawe seakan sudah bosan menyampaikan keluhan jalan rusak dan tidak ada jembatan di atas Kali Aesesa kepada pemerintah. Sebab, sudah berulang-ulang disampaikan melalui Musrembangdes.

Baca: Anak Sekolah Alpa Takut Nyawa Tak Terselamatkan

“Kami pasrah saja dengan keadaan di desa kami seperti ini pak. Kami tidak bisa elakan dengan keadaan kami. Tinggal menikmati saja. Soalnya kita mau lari kemana, kan ini adalah tanah kelahiran kami,” keluhnya.

 

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Adrianus Aba

Nagekeo
Previous ArticleGmnI Kefamenanu Desak Ketua DPRD Mundur, Apa Kata Frengki?
Next Article Mengintip Keharmonisan Kampung Kojanana Ende

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.