Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Puisi-Puisi Putra Niron
HEADLINE

Puisi-Puisi Putra Niron

By Redaksi24 Februari 20183 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
ilustrasi (Foto: www.interris.it)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Butiran Ke 10

Jemari kekasihku

Meremas erat butiran ketiga

Mulutnya mengunyah lidahku

Sambil daraskan  pujian

Kepada ibu lelaki yang dituduh penjahat

Aku ingin mengoyak pakaian kekasihku

Sebelum jemarinya berhenti

Pada butiran kesepuluh

Dan ikut daraskan

“doakanlah kami yang berdosa ini

Sekarang dan waktu kami mati”

                   Maumere 2015

 

Hanya Saja

Teriakan menyalamimu

Begitu keras terdengar

Di telinga

Tidak hanya sekali,

Mungkin sebanyak

Mereka yang makan

Roti pemberian anakmu

Hanya saja,

Hati dari pemilik teriakan

Tidak sekeras seruan bibirnya

 

Ledalero, 15 Oktober 2014

 

Salib

Kayu berat yang pernah kau pikul

Kini sering bergantung pada dahi, dada dan kedua bahuku

Saat aku hendak bersua denganmu pada tanah tempatku melangkah

Saat aku terbaring lemah

Saat aku ada di semua

Berharap untuk selalu berani menggantungmu saat aku bersama mereka

Ledalero, 14 September 2014

*Putra Niron, menulis antologi puisi Penyair Bukan Kami bersama Cici S. Ndiwa

 

Menikmati Kekayaan Imajinatif dari Puisi

Oleh Hengky Ola Sura

Redaksi Seni Budaya VOX NTT

Tiga puisi dari Putra Niron pada edisi pekan ini adalah puisi-puisi yang hadir dengan kekayaan imajinatif yang luar biasa istimewa. Jika dibaca sepintas saja maka kesan yang nampak adalah puisi-puisi yang datar, biasa dan monoton. Ketika mendalami  Butiran ke 10, Hanya Saja dan Salib secara pribadi saya menemukan kedalaman imajinasi yang ikut memurnikan hidup keberimanan saya sebagai orang Kristen. Tiga puisi Putra kali ini adalah puisi-puisi dengan kadar religiositas yang kaya makna.

Pada puisi Butiran ke 10, ada kesan puisi ini seperti hendak mengeksploitasi tubuh. Putra Niron sebagai penulis bicara tentang perempuan yang ia sebut kekasih juga tentang Maria sebagai ibu dari kisah tentang hidup dan penederitaan dari Yesus Sang Almasih. Kelihaian Putra nampak dari ia ia menyusun baris-baris katanya yang menghadirkan tanda juga penanda. Dari sini saja secara amat kuat kita bisa menarik satu kedalaman kesaksian dari dua orang yang saling mencintai dalam doa-doa yang terpintal dari sosok perempuan yang disebut Putra sebagai kekasih.

Pada puisi Hanya Saja saya kira puisi ini dipersembahkan khusus kepada Bunda Maria. Sebagai seorang frater (calon imam Katolik) Putra Niron dalam puisi-puisinya kali ini bicara tentang kesaksian yang harus juga hidup dalam diri para pembaca. Puisi Hanya Saja mengajak pembacanya untuk lebih’lantang’ menunjukan satu cara bersikap yang meluap dari hati yang penuh dengan ketulusan dan bukan penuh dengan perilaku yang sekedar tampak untuk dipuji atau dilihat. Penekanannya adalah lebih pada cara hidup.

Pada puisi Salib, Putra secara amat telak menunjukkan satu cara pergulatan hidup yang dialaminya. Pada puisi ini pesannya pun bisa saja layak untuk hidup dalam pengembaraan-pengembaraan batin kita untuk mencerap segala yang kita alami, kita terima dan juga kita hidupi.

Terlepas dari semuanya cara Putra menghadirkan tiga puisinya kali ini lekat sekali dengan kekayaan imaginasi yang mewartakan bahwa puisi itu dekat sekali dengan kita.

Previous ArticleBerkuasa Seturut Zaman
Next Article Sebanyak 90 Persen TKI Asal NTT di Luar Negeri Berdokumen Palsu

Related Posts

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Sebina: Bertahan Hidup, Sekolahkan Anak di Tengah Kemiskinan Manggarai Timur

25 Februari 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.