Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Meski Berpolemik, Bupati Belu Tidak Mengerti Soal Kebutuhan Teko di OPD
NTT NEWS

Meski Berpolemik, Bupati Belu Tidak Mengerti Soal Kebutuhan Teko di OPD

By Redaksi9 Maret 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bupati Belu,Wilibrodus Lay( Foto:Marcel/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua, Vox NTT- Meski sudah sepekan terakhir sudah berpolemik, Bupati Belu, Wilibrodus Lay mengaku tidak mengerti soal kebutuhan Tenaga Kontrak Daerah (Teko) di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup pemerintah kabupaten Belu.

Hal tersebut disampaikan Bupati Lay ketika dikonfirmasi VoxNtt.com pada Jumat,(09/03/2018) pagi di gedung Betelalenok, Atambua  terkait pergantian Teko di sejumlah OPD yang sudah sepekan terakhir menjadi isu panas di kalangan birokrasi, DPRD bahkan hingga ke masyarakat.

“Yang pakai teko adalah OPD teknis terkait. Kamu tanya di Bupati, Bupati tidak mengerti. Pimpinan OPD sudah melakukan yang terbaik untuk OPD yang dipimpinnya” ujar Bupati

  • BACA: Balada Pemberhentian Tenaga Kontrak di Kabupaten Belu
  • BACA: Terungkap, Ada ‘Bupati Siluman’ di Lingkup Birokrasi Belu

Disampaikan bahwa terkait tenaga kontrak sudah ada regulasi yang memayungi soal pengangkatan dan pemberhentian Teko.

“Baca itu aturan. Diperpanjang setiap tahun. Jadi kalau pemerintah mau perpanjang, ya kita perpanjang. Tapi kalau tidak mau perpanjang, ya kita harus stop dulu” tegas  Wily.

Ditanya soal pergantian teko yang dilakukan oleh ‘bupati-bupati siluman’ Wily Lay mengatakan sebaiknya tidak mencari kambing hitam dalam persoalan Teko.

Wily Lay meminta agar persoalan pergantian 46 Teko di sejumlah OPD jangan terus diruncing karena masih ada banyak persoalan di Belu yang membutuhkan perhatian dan kerja dari semua pihak.

“Masih terlalu banyak (persoalan/red). Mari kita lihat bersama” ujarnya.

Penulis: Marcel Manek

Editor: Irvan K

Belu
Previous ArticleAleta Baun: Timorese Women Fighters for Humanity and the Environment
Next Article Festival Komodo Disebut Belum Efektif, Ini Respon Pemkab Mabar

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.