Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Baru 3 Bulan Dikerjakan, Ruas Jalan Pantura Flotim Sudah Rusak
NTT NEWS

Baru 3 Bulan Dikerjakan, Ruas Jalan Pantura Flotim Sudah Rusak

By Redaksi12 Maret 20183 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Titik kerusakan terparah jalur Pantura Kawaliwu-Motin. Kerusakan badan jalan ini bisa mencapai 10 meter (Foto: Sutomo Hurint/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Larantuka, Vox NTT-Ruas jalan jalur Pantai Utara (Pantura) Kawaliwu-Motin (Belogili) di Kecamatan Lewolema, Flores Timur yang baru selesai dikerjakan 3 bulan lalu (November 2017), kini mengalami kerusakan.

Kondisi ini membuat warga setempat kecewa. Masyarakat Lewolema menduga kerusakan jalan tersebut disebabkan oleh kualitas jalan yang dikerjakan tidak sesuai standar.

Berdasarkan pantauan VoxNtt.com, Sabtu, (10/03/2018), kerusakan jalan terjadi pada 5 titik. Kerusakan ringan, berupa terkelupasnya aspal terjadi pada 2 titik dan 3 titik yang lainnya mengalami kerusakan parah.

Sintus Daton, General Superintendent atau unit kontraktor pelaksana yang berada dilapangan kepada VoxNtt.com mengungkapkan bahwa kerusakan yang terjadi pada ruas jalan Kawaliwu-Motin ini disebabkan oleh beberapa faktor, yakni  faktor konstruksi dan faktor nonkonstruksi.

Faktor konstruski karena dalam kontrak kerjasama dengan Dinas Pekerjaan Umum(PU) Flotim tidak disertakan dengan rencana pengerjaan bangunan pendukung, seperti bangunan saluran air, tanggul, dan pembangunan plat deker.

“Kerusakan parah di beberapa titik itu, disebabkan karena tidak di ada bangunan pendukung ini. Dalam kontrak tidak ada, maka bangunan pendukung tidak dikerjakan,” jelas Sintus.

Lanjut Sintus, pengerjaan badan jalan semestinya harus disertai dengan bangunan pendukung. Tanpa bangunan pendukung, jalan akan cepat rusak. Pihaknya sudah melaksanakan pekerjaan sudah sesuai kontrak.

Papan Informasi Proyek pengerjaan jalan Kawaliwu-Motin (Foto: Sutomo Hurint/ Vox NTT)

Terkait badan jalan yang berlubang, Sintus menampik dugaan warga terkait rendahnya kualitas mutu pengerjaan.

“Kalau dikatakan karena pengerjaannya tidak sesuai standart, itu tidak benar. Kita kerjakan sudah sesuai dengan standar yang ditentukan .Uji ketebalan kita lakukan. Tebal agregatnya dihitung. Kerusakan itu disebabkan faktor alam. Badan jalan di gerus oleh luapan air hujan” ungkap Sintus.

Sintus kepada VoxNtt.com mengatakan perbaikan akan segera dilakukan karena masih ada dana resistensi 5 persen. Perbaikan terhadap kerusakan jalan masih menjadi tanggung jawab kami sebagai kontraktor pelaksana, sebab masih dalam masa perawatan 6 bulan.

“Perbaikan akan segera dilakukan pada titik-titikyang mengalami kerusakan untuk menghindari kerusakan yang lebih parah pada ruas jalan Kawaliwu-Motin,” katanya.

Informasi yang dihimpun media ini, proyek pengerjaan jalan jalur Pantura Kawaliwu-Motin ini menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan nilai kontrak sebesar Rp. 2. 999.777.000,00.

Kontraktor pelaksana proyek adalah PT.Setio Budi Putera. Proyek pengerjaan dengan menggunakan anggaran dana DAK ini, berdasarkan kontrak dikerjakan sepanjang 3,5 Km. Namun pengerjaan di lapangan ditambah menjadi 3,65 Km.

Manager PT. Setio Budi Putra, Renal Da Cruz saat ini belum dapat ditemui untuk dimintai keterangan karena kantornya ditutup. Kantor Dinas PU Flotim, juga ditutup pada hari Sabtu.

Ferdinandus Tukan, pengguna jalan (warga Lewolema) mengaku kecewa dengan kerusakan jalan tersebut.

“Kami warga di pesisir Pantai utara (Flotim), sudah lama merindukan dapat menikmati akses jalan yang baik. Kerja baru selesai saja sudah rusak. Kita, menikmati jalan berhotmix ini hanya sesaat, pasti rusak lagi”, ungkap Ferdi.

Penulis: Sutomo Hurint

Editor: Irvan K

Flores Timur
Previous ArticleBusana Adat Warnai Pelantikan 36 PPK di Manggarai
Next Article BKH Siap Bentuk Ulang Satgas Human Trafficking dan Lembaga Bantuan Hukum

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
Terkini

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.