Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Soal Penolakan Pasien, Begini Penjelasan RSUD Atambua
KESEHATAN

Soal Penolakan Pasien, Begini Penjelasan RSUD Atambua

By Redaksi13 Maret 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala BPJS Cabang Atambua M.Idar Ariesmunandar (kiri) bersama Petrus Bere,Kepala Pelayanan RSUD Atambua (kanan) (Foto: Marcel Manek/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua, Vox NTT- RSUD Atambua Kabupaten Belu menjelaskan alasan penolakan pasien Erik Morales Franciskus Nahak (10).

Pasien yang berasal dari RT 04, RW 02 Nenuk, Desa Naekasa, Kecamatan Tasifeto Barat itu pasien yang sempat ditolak untuk dirawat di RSUD Atambua. Kendati sempat ditolak, namun belakangan pihak rumah sakit baru melayani pasien tersebut.

Baca: Pasien Anak yang Menderita Panas Tinggi dan Muntah Ditolak RSUD Atambua

Kepala Pelayanan RSUD Atambua Petrus Bere menjelaskan, penolakan itu dilakukan lantaran terjadi perdebatan antara petugas dan orang tua pasien Erik. Kata dia, perdebatan itu dipicu oleh karena orang tua pasien sedang panik dengan kondisi anaknya.

Selain itu lanjut Petrus, insiden penolakan terjadi lantaran tidak semua dokter memiliki kompetensi yang sama dalam menangani pasien. Untuk menentukan status pasien emergensi atau tidak, butuh assesment yang panjang.

“Erik sudah dirawat sejak kemarin dulu dan kondisinya sudah pulih,” jelas Petrus kepada awak media di Atambua, Selasa (13/03/2018).

Dia menambahkan insiden penolakan hanyalah miskomunikasi antara petugas medis di ruang IGD dengan pihak keluarga pasien.

Atas kejadian itu, atas nama managemen RSUD Atambua Petrus menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga pasien.  Dia mengaku pihak keluarga pasien Erik sudah memaafkan RSUD Atambua karena sudah merawatnya dengan baik sejak Minggu, 10 Maret lalu.

“Kami juga berbesar hati dan menyampaikan permohonan maaf dan apa yang terjadi sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Kami juga berterima kasih karena kritik ini menjadi bahan masukan agar pelayanan menjadi lebih baik,” pungkas Petrus.

Petrus sendiri mengharapkan kerja sama dari semua pihak termasuk BPJS agar secara rutin memberikan sosialisasi terkait sistim pelayanan JKN-KIS.

Sehingga, masyarakat bisa memahami alur pelayanan dan mekanisme rujukan sesuai Permenkes 28 tahun 2014. Sebab, persoalan yang sering ditemukan dalam pelayanan adalah, ada pasien yang belum memahami mekanisme rujukan.

“Ini menjadi teguran bagi kami. Tentu diharapkan ada perubahan sehingga image rumah sakit menjadi lebih baik. Saran kritik dari masyarakat kami terima karena hanya dengan demikian pelayanan publik bisa jadi lebih baik,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPJS Cabang Atambua M. Idar Ariesmunandar menjelaskan, BPJS sebagai penjamin pelayanan kesehatan JKN-KIS sudah secara rutin  selama tiga tahun melakukan sosialisasi. Namun demikian hingga saat ini, belum semua memiliki pemahaman sehingga dibutuhkan dukungan dan kerja sama dari semua stake holder.

Penulis: Marcel Manek
Editor: Adrianus Aba

Belu
Previous ArticleKematian Milka Boimau, TKI Asal Amarasi Dianggap Tak Wajar
Next Article Kapolres Ngada Akan Tindak Tegas Anggotanya yang Ikut Politik Praktis

Related Posts

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026
Terkini

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026

SBD Peduli Flores: Merawat Persaudaraan di Tengah Duka

1 September 2026

Membangun Ekosistem Sepak Bola Indonesia: Dari Pembinaan Usia Dini menuju Prestasi Dunia

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.