Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»TPDI: Tanggung Jawab Pemerintah Soal TKI Rendah
NTT NEWS

TPDI: Tanggung Jawab Pemerintah Soal TKI Rendah

By Redaksi13 Maret 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Jenazah Milka Boimau (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Satu lagi TKI ilegal asal Desa Manusak, Kecamataūn Kupang Timur, Kabupaten Kupang, NTT bernama Imanuel Adu Mooy yang bekerja di Perkebunan Kelapa Sawit Malaysia meninggal dunia.

Dia meninggal akibat jatuh dari Pohon Kelapa Sawit, namun oleh perusahaan yang mempekerjakan yaitu Tamaco Plantation Kimbell Light Industrial Centre tidak dapat membantu selamatkan nyawanya.

Hal ini disampaikan Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Salestinus kepada VoxNtt.com melalui pesan WhatsApp, Senin (12/3/2018).

“Hanya karena Almarhum Imanuel Adu Mooy dan teman-temannya berstatus TKI ilegal sehingga segala akses untuk mendapatkan haknya atas pelayanan terhadap hak-hak dasar sebagai manusia makluk ciptaan Tuhan dan martabatnya yang telah dilindungi oleh UU-pun tidak dapat diperolehnya,” kata Salestinus.

“Itulah nasib anak-anak manusia NTT diperantauan Malaysia yang dibiarkan pemerintah diberangkatkan secara ilegal oleh sindikat terorganisir. Ini bukti negara dan pemerintahan provinsi NTT gagal melindungi warga negara dan warga masyarakatnya serta segala tumpah darahnya sesuai amanat UUD 1945 dimanapun berada,” tambahnya.

Menurut data yang telah dilansir di sejumlah media, kata Salestinus, Imanuel Adu Mooy merupakan TKI ilegal asal NTT yang ke 13 yang meninggal di Malaysia sejak Januari 2018 hingga Maret 2018.

“Ini berarti setiap bulan terdapat 4 orang anak manusia NTT dengan status TKI Ilegal di Malaysia meninggal tanpa pemerintah berupaya memberikan perlindungan sesuai kewajibannya. Bahkan, sekedar berempati kepada keluarga korban pun pemerintah, khususnya pemerintah provinsi NTT tidak pernah ditunjukan,” jelas Salestinus.

“Apa yang salah dengan orang-orang NTT sehingga negara absen ketika peristiwa duka yang susul menyusul mendera anak-anak NTT? Bukankah NTT merupakan salah satu bagian terpenting bahkan tidak terpisahkan dengan provinsi lain di negeri ini sehingga berhak mendapat perlakuan yang adil dan layak?” pungkasnya.

Dia mengatakan hal itu menunjukan betapa negara tidak memiliki aparatur negara yang secara sungguh-sungguh mau memberikan perlindungan terhadap seluruh warga negaranya dengan mencegah dan menanggulangi tindak pidana perdagangan orang.

“Pemerintah, dalam hal ini pemerintah provinsi NTT tidak memiliki semangat dan keinginan untuk mencegah dan memberantas perdagangan orang yang didasarkan pada nilai-nilai luhur, tidak punya komitmen nasional dan internasional untuk melakukan upaya pencegahan sejak dini, penindakan terhadap pelaku dan jaringannya,” tegas Salestinus.

“Bahkan tidak ada upaya untuk membangun kerja sama dengan Pemerintah Malaysia dalam bidang pemberantasan perdagangan orang, merupakan potret buruh kondisi perlindungan HAM dan martabat manusia NTT,” imbuhnya.

Kontributor: Ano Parman
Editor: Adrianus Aba

Manggarai
Previous ArticleKapolres Ngada Akan Tindak Tegas Anggotanya yang Ikut Politik Praktis
Next Article Budayakan 15 Menit Menulis, MSI Basecare Ende Gelar Lomba Literasi

Related Posts

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.