Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Kemendes PDTT Bantu Kembangkan Potensi Wisata Pulau Mules
NTT NEWS

Kemendes PDTT Bantu Kembangkan Potensi Wisata Pulau Mules

By Redaksi23 Maret 20183 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Johozua M. Yoltuwu, Direktur Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu, Kemedes PDTT bersama rombongan Bupati Manggarai saat tiba di Desa Nuca Molas, Kamis (22/3/2018) (Foto: Dok. Humas dan Protokol Kabupaten Manggarai)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai, berkomitmen mengembangkan Pulau Mules sebagai destinasi wisata unggulan dan menjadi kebanggaan masyarakat Manggarai.

Pulau seluas 18.029 hektar itu menyuguhkan keindahan alam berupa hamparan bukit batu dan padang rumput alam yang bercampur dengan pepohonan yang menyerupai siluet putri tidur yang cantik.

Pesona keindahan alam Pulau Mules lebih lengkap dengan segala keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya. Di sekitar pulau ini hidup beragam satwa, antara lain, penyu, lumba-lumba, ikan beragam jenis, gugusan coral dan anemon yang dapat dinikmati oleh wisatawan.

Selain itu, dengan ukuran ombak sedang, tempat ini sangat cocok untuk kegiatan surfing, snorkling dan diving.

“Untuk mempermudah akses ke pulau ini, kami telah memberikan bantuan berupa pengadaan dermaga kayu dan perahu untuk nelayan,” kata Johozua M. Yoltuwu, Direktur Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu, Kemedes PDTT di sela-sela kunjungan ke Desa Nuca Molas, satu-satunya desa di Pulau Mules, Kamis (22/3/2018).

Johozua menjelaskan, pihaknya juga akan memberikan bantuan lain yaitu kapal barang berbobot 35 ton dan bersama pemerintah Kabupaten Manggarai berencana menyelesaikan pembangunan rabat beton yang mengelilingi pulau sepanjang 21 km.

“Kapal barang dapat membantu nelayan dalam mendistribusikan hasil tangkapan mereka, sedangkan rabat beton membuka akses serta menjadi daya tarik pariwisata berupa tour keliling pulau,” jelasnya.

Dalam perencanaannya, kata Johozua, untuk mendukung program pengembangan pariwisata, Kemendes PDTT juga akan menyediakan dana untuk pembangunan sarana prasarana di Pulau Mules.

“Kami siapkan Rp 2,4 miliar untuk pembangunan homestay dan beragam fasilitas untuk memberikan kenyamanan lebih bagi wisatawan yang datang,” katanya.

Salah satu desa di Pulau Mules, yaitu Desa Nuca Molas juga dikembangkan perekonomiannya khususnya untuk nelayan dan peternak. Dengan jumlah penduduk 1.340 jiwa, potensi peternakan cukup terbuka dengan jumlah ternak saat ini berjumlah 1.420 ekor Sapi.

“Pemerintah Kabupaten membeli 70 hektar di Pulau Mules untuk lahan pengembangan ternak sapi dan pengembangan pakan ternak. Ini merupakan penjabaran dari pembangunan pertanian terintegrasi melalui pola yang disebut Sistem Manajemen Pertanian Terintegrasi (Simantri),” kata Bupati Manggarai, Deno Kamelus.

Simantri merupakan program sinergi berbagai perangkat daerah dan pihak terkait dalam upaya meningkatkan pendapatan petani. Saat ini, pihak-pihak yang terlibat Program Simantri di Kabupaten Manggarai, antara lain, Dinas Perternakan, Dinas Pertanian, Dinas PUPR, dan Dinas Perdagangan.

Selain Kabupaten Manggarai, Kemendes PDTT mengembangkan Kabupaten Aceh Singkil, Kabupaten Lombok Timur, dan Kabupaten Maluku Tenggara Barat merupakan 16 kabupaten prioritas terintegrasi yang dipilih sebagai pilot project permodelan.

Hasil dari piloting tersebut akan diadopsi oleh 12 Kabupaten Prioritas lainnya sesuai dengan karakteristik potensi, kebutuhan, dan permasalahan daerah masing-masing.

 

Kontributor: Ano Parman
Editor: Adrianus Aba

Manggarai
Previous ArticleDinsos Flotim Bantu Ile Nuku, Eks TKI yang Menderita ODGJ
Next Article Sejak 2014, 118 Izin Perusahaan Penyalur TKI Dicabut

Related Posts

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
Terkini

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.