Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Warga TTU Menilai Program Harmoni Lebih Tepat untuk Bangun NTT
Pilkada

Warga TTU Menilai Program Harmoni Lebih Tepat untuk Bangun NTT

By Redaksi10 April 20183 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Cagub NTT, Benny K. Harman saat diterima di TTU. (Foto: Tim)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT- Warga  Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Yakobus Kolo menilai program kerja Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT dari Paket No. 3, Benny K. Harman dan Benny A. Litelnoni lebih tepat untuk membangun NTT ke depan.

Hal itu disampaikan Yakobus kepada VoxNtt.com usai mendengarkan pemaparan program Paket dengan tagline Harmoni ini dalam kampanye dialogis Senin, (9/4/2018). Menurutnya, program yang disampaikan Cagub BKH sangat berpihak kepada masyarakat.

Dia menjelaskan, dirinya pernah mengikuti kampanye dari beberapa Paslon lain tetapi menjatuhkan pilihan dan dukungannya kepada Paket Harmoni karena programnya yang realistis dan menyentuh persoalan pokok masyarakat NTT saat ini.

“Pada perinsipnya kami mendukung Harmoni, karena jelas sekali programnya itu berpihak kepada masyarakat dan rakyat kecil,” ujar Yakobus.

Yakobus juga menghimbau kepada masyarakat NTT, khususnya TTU agar Bersama-sama mendukung Harmoni agar program-program yang dinilainya pro rakyat itu bisa terwujud.

Baca: Di Ende, Lima Program Unggulan Harmoni Diapresiasi

Selain itu, dia juga menyampaikan agar hindari alas an primodial dalam memilih pemimpin tetapi pilih karena programnya yang baik dan mengena persoalan rakyat.

“Kita tidak boleh memilih pemimpin karena suku, apa lagi agama. Kita harus mendukung di luar dari faktor agama, karena kita tidak sedang memilih calon pemimpin dari agama, tetapi butuh pemimpin yang punya program menyentuh kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Dia menambahkan, komitmen paslon ini dalam menegakan hokum dan pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu ini dinilai sangat dibutuhkan di NTT mengingat NTT dinobatkan sebagai salah satu daerah darurat korupsi, selain darurat perdagangan orang.

“Paket ini juga bisa mendobrak kebiasaan-kebiasaan buruk para pemimpin. Saya yakin BKH bisa mewujudkan perubahan itu ke depan,” Imbuhnya.

Sementara BKH dalam kampanye itu menyampaikan tekadnya Bersama pasangannya Benny Litelnoni untuk meningkatkan pembangunan di daerah pedalaman dan perbatasan antara Timor Tengah Utara (TTU) dan Timor Leste.

Menurut dia, pembangunan di daerah pedalaman dan perbatasan TTU dan Timor Leste akan menjadi salah satu fokus utama jika pasangan Benny K. Harman dan Benny A. Litelnoni terpilih dalam pilkada serentak 27 Juni 2018.

“Umumnya di wilayah perbatasan itu masyarakatnya maju. Tetapi di tempat kita masyarakat di perbatasan kurang mendapatkan diperhatikan. Kalau saya menjadi gubernur, saya akan perhatikan ini. Apa lagi TTU ini merupakan salah wilayah terluar yang berbatasan dengan Timor Leste yang harus kita jaga,” ungkap BKH.

BKH Melanjutkan, Suka atau tidak suka ke depan wilayah perbatasan ini pasti maju. Karena itu pemerintah harus memberikan perhatian yang serius bagi masyarakat di Perbatasan dengan mengembangkan seluruh potensi yang ada.

“Potensi alam di sini harus dikembangkan, petani harus didampingi, kesulitan petani harus diatasi, petani mesti dilayani,” ujar mantan DPR RI Tiga periode Ini.

Agar sumber daya yang diperbatasan bias dikembangkan, kata BKH infrastruktur harus menjadi fokus utama seperti jalan, jaringan telekomunikasi dan air bersih.

“Tanpa pembenahan infrastruktur maka mobilitas barang dan jasa di wilayah perbatasan akan tersendat. Karena itu nanti kita benahi infrastrukturnya,” tegas BKH.

Selain infrastruktur, bidang kesehatan dan pendidikan juga akan menjadi perioritas dalam program-program yang diusung Paket ini.

“Kita punya keberpihakan terhadap masyarakat pedalaman. Sedikit demi sedikit kita akan bangun,” tutup mantan ketua Komisi 3 DPR RI ini.

Penulis: Tarsi Salmon

Editor: Boni Jehadin

 

Previous ArticleWarga TTU Diimbau Aktif Cegah Kekerasan Seksual Anak di Bawah Umur
Next Article Ini Potensi Bencana Iklim dan Proyeksi Masa Tanam Kabupaten Nagekeo 2018-2022

Related Posts

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
Terkini

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.