Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Jembatan Aesesa Terancam Putus
NTT NEWS

Jembatan Aesesa Terancam Putus

By Redaksi24 April 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Jembatan Aesesa nyaris putus
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Antrian panjang kendaraan hampir mencapai satu setengah kilometer terjadi di ruas jalan Mbay menuju riung Kabupaten Ngada, Selasa sore (24/04/2018).

Antrian itu tepatnya di Kampung Alorongga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo.

Antrian disebabkan jembatan Aesesa di ruas tersebut terancam putus. Jembatan yang hampir roboh ini satu-satunya penghubung dari Mbay menuju beberapa desa di wilayah Kecamatan Aesesa dan Kecamatan riung Kabupaten Ngada.

Beberapa tahun lalu memang sudah dilakukan perbaikan, namun hanya bersifat sementara.

Hal ini dapat diketahui dari adanya beberapa lubang yang ada pada jembatan tersebut dan hanya ditutup menggunakan semen.

Campuran semen tersebut tanpa ditambahkan lagi dengan plat besi sebagaimana perbaikan jembatan yang dilakukan di banyak tempat. Akibatnya, saat ini terjadi lubang baru pada ujung Jembatan Aesesa.

Firman, salah seorang penggendara sepeda motor yang ditemui VoxNtt.com di sela-sela antrian itu meminta pemerintah daerah, pemerintah provinsi dan pemerintah pusat segera memperbaiki Jembatan Aesesa.

Dia beralasan jembatan ini adalah satu-satunya penghubung Kota Mbay dengan beberapa kelurahan dan desa yang ada di wilayah Kecamatan Aesesa dan Kecamatan Riung Kabupaten Ngada.

“Kalau tidak segera tangani dampaknya perputaran ekonomi akan lumpuh total. Bukan hanya itu tetapi bapak dan mama dari Alorongga, warga Kelurahan Dhawe, warga Kelurahan Towak, warga Desa Waekoka, warga Desa Nggolonio yang mau ke sawah dan ke Kota Mbay dan selanjutnya tidak bisa lewat. Kalau lewat dalam kali sangat tidak mungkin karena air sangat dalam,” ujarnya.

 

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Adrianus Aba

Nagekeo
Previous ArticleSatu Pembobol ATM Minimarket Sahabat Mbay dari Khurubhoko Ngada
Next Article BKH Buka Kunci Kemiskinan NTT

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026
Terkini

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.