Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX GURU»Guru di Matim Minta Dana Bosda Dicairkan di Kecamatan
VOX GURU

Guru di Matim Minta Dana Bosda Dicairkan di Kecamatan

By Redaksi30 April 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Guru di Manggarai Timur mengeluhkan pencairan dana Bosda yang harus terima di Borong, ibu kota kabupaten itu.

Pasalnya, dana Bosda yang selama ini wajib terima di Borong tentunya menghabiskan biaya mahal dan mengorbankan banyak waktu.

Demikian disampaikan Tiara, salah satu guru Bosda saat tatap muka dengan pasangan Fransiskus Sarong dan Kasmir Don (Paket SarDon), calon bupati dan wakil bupati Manggarai Timur di Nggola, Desa Compang Weluk, Kecamatan Poco Ranaka, belum lama ini.

“Selama ini saya ke Borong pergi terima dana Bosda pakai ojek. Saya bayar ojek pergi pulang 500.000. Belum lagi uang makan dan rokok untuk tukang ojek. Saya tanggung semua. Saya harus beli buah tangan untuk orang di rumah. Jadinya saya bawa pulang uang 500.000. Uang yang kami terima di Borong hanya dua juta lebih untuk tiga bulan. Saya mau beli beras sampai di kampung, uang tidak cukup. Kan harga beras di kampung 500 ribu lebih (per 50 kg),” ujar Tiara.

“Mungkin bisa dananya cair di kecamatan saja. Biar kami tidak habiskan uang banyak untuk pergi ambilnya. Kami ini, sudah gaji kecil, tambah lagi ambil gaji dengan jarak tempuh yang jauh,” keluhnya.

Karena itu, Tiara sangat berharap kepada pemerintah yang akan datang agar memperhatikan keluh kesah guru komite di Manggarai Timur yang selama ini sungguh memprihatinkan.

“Kalau bisa juga naikkan gaji kami sesuai UMR daerah ini pak. Biar kami bisa menghiduoakan keluarga,” harapnya.

Calon wakil bupati Paket SarDon, Kasmir Don berkomitmen untuk memberikan upah yang layak bagi guru swasta di Manggarai Timur.

“Kami pahami betul kondisi dan harapan teman-teman guru komite di Matim. Kami sudah mencanangkan program untuk memberikan upah yang layak bagi guru komite yaitu dengan memberikan gaji sesuai UMR Matim. Ini bukan janji. Tetapi ini adalah program kami dan harus dijalankan. Apabila kami terpilih nantinya. Jangan ragukan dengan Paket SarDon. Kami sudah menyiapkan program berdasarakan kebutuhan masyarakat Matim, termasuk guru,” ujar Kasmir Don.

Terkait keluhan terima gaji di Borong, paket SarDon berkomitmen untuk mengubah pola yang ada dengan pola yang baru.

“Semua itu kita sudah pikirkan. Kita pasti mengubah pola yang selama ini yang cukup menyusahkan teman-teman guru,” pungkasnya.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

Manggarai Timur
Previous ArticleTingkatkan Pengawasan, Pemkab Belu Gandeng Kejaksaan
Next Article Polres Manggarai Fasilitasi Diversi Lakalantas

Related Posts

Kompak Indonesia Desak KPK Audit Dugaan Korupsi Proyek RSUD Borong Rp19,4 Miliar

19 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026
Terkini

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026

Uskup Ruteng: Indonesia Tak Kekurangan Orang Pintar, Tapi Krisis Hati Nurani

19 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.