Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Tinjau RSUD Ende, Komisi IX DPR RI Cek Kartu BPJS
KESEHATAN

Tinjau RSUD Ende, Komisi IX DPR RI Cek Kartu BPJS

By Redaksi4 Mei 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Wakil Ketua Komisi IX DRP RI, Hj. Ermalena beserta rombongan meninjau RSUD Ende (Foto: Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Wakil Ketua Komisi IX DRP RI, Hj. Ermalena meninjau Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur pada Jumat siang (04/05/2018).

Ermalena didampingi beberapa Anggota Dewan Komisi IX serta pihak BPJS meninjau dari ruang farmasi, loket pendaftaran hingga ruang pasien kelas tiga.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini mengecek pasien yang memiliki kartu BJPS. Ia mengecek langsung ke pasien di ruang tunggu serta ruang pasien.

Di ruang tunggu, Ermalena menemukan pasien asal Desa Wolokaro, Kecamatan Ende, Fransiska Etina Rhero (32). Ia kemudian bertanya seputar kartu BPJS.

“Sudah berapa lama punya kartu BPJS bu,” tanya Ermalena.

“Sudah lama bu, hampir setahun,” jawab Fransiska.

Pertanyaan demi pertanyaan terus diajukan oleh Politisi asal NTB ini kepada Fransiska.

Usai itu, rombongan menuju ke ruang Farmasi persis sebelah kiri. Tak lama kemudian mereka menuju ke loket pendaftaran.

Di sana, Ermalena menanyakan rasio pasien yang melakukan pendaftaran dengan menggunakan kartu BPJS. Petugas kemudian menjelaskan secara rinci.

Para anggota dewan ini kemudian menuju ke ruang Paviliun Melati dan ruang Kelas Tiga. Mereka kemudian menemukan pasien di ruang anti infeksi tersebut.

Lagi-lagi, kartu BPJS kembali ditanya. Beberapa pasien yang temukan rata-rata memiliki kartu BPJS.

Mereka menujukan kartu tersebut ke para anggota dewan dan pihak BPJS. Mereka menganggap dengan kartu tersebut, biaya pengobatan terbantu.

“Dengan kartu ini, apakah ibu masih bayar pengobatan? Obat-obat ini dibeli atau bagaimana bu? Katakan dengan jujur bu,” tanya Ermalena kepada pasien Florentina Wage.

“Tidak bu, kami merasa terbantu. Kami tidak bayar,” ucap Florentina terbata-bata.

 

Penulis: Ian Bala
Editor: Adrianus Aba

Ende
Previous ArticleKerusakan Jalan Watu Ci’e-Deno Akan Diperbaiki
Next Article Setelah Lebu Raya, Tokoh dan Masyarakat Lamaholot Dukung BKH Jadi Gubernur

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.