Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX GURU»GMNI Sebut DPRD Takut Kadis PK Matim
VOX GURU

GMNI Sebut DPRD Takut Kadis PK Matim

By Redaksi9 Mei 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sejumlah aktivis GMNI saat melakukan aksi di Kantor Bupati Matim (Foto: Nansianus Taris/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Manggarai menggelar aksi demonstrasi di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kantor DPRD, dan Kantor Bupati Manggarai Timur, Selasa (08/05/2018).

Aksi unjuk rasa tersebut sebagai bentuk protes atas putusan Kepala Dinas PK Matim, Frederika Soch yang melakukan pemotongan gaji guru THL dari Rp 1.250.000 menjadi Rp 700.000 setiap bulannya.

Firman Jaya, salah satu koordinator aksi menyebut DPRD takut dengan Kadis Frederika dalam menyikapi persoalan guru THL di Matim.

Dia beralasan, terhitung sudah dua kali organisasi mahasiswa yakni LMND dan GMNI melakukan aksi di kantor DPRD Matim, namun tidak ada satu pun anggota dewan yang ada di tempat. Mereka selalu beralasan sedang menjalankan reses.

Alasan sedang menjalankan reses membuat Firman geram dan kesal dengan anggota DPRD Matim.

“DPRD juga kelihatannya tidak terlalu serius untuk menuntaskan persoalan in. DPRD ko takut Kadis PK Matim. Tunjukkan profesionalitas. Sampai saat ini persoalan yang terjadi di Dinas PK Matim belum juga diselesaikan. DPRD tidak serius dan lamban menangani persoalan ini. Kami masyarakat menyampaikan mosi tidak percaya kepada anggota DPRD Matim,” tegas Firman.

Dia menambahkan, pernyataan yang disampaikan Kadis Frederika di salah satu media online bahwa dia memblokir rekening gaji ke-23 guru THL karena sakit hati.

“Kami sangat menyesal sampai saat ini bupati masih lamban dalam menyikapi tentang persoalan ini. Miris, pada level bupati ko seakan takut dengan Kadis Matim yang notabene sebagai pegawai yang ditunjuknya untuk pimpin OPD. Bupati Yosep Tote sedang mati suri dalam menyikapi persoalan ini,” tegas Firman.

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

Manggarai Timur
Previous ArticleTertangkap Sedang Bugil di Kolong Tempat Tidur Orang, Kades di TTS Dipolisikan 
Next Article NTT Kembali Dikirimi Jenazah TKI dari Malaysia

Related Posts

Kompak Indonesia Desak KPK Audit Dugaan Korupsi Proyek RSUD Borong Rp19,4 Miliar

19 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.