Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX GURU»GMNI Manggarai Diminta Klarifikasi Ucapan “Bupati Matim Tidak Pantas Jadi Pemimpin”
VOX GURU

GMNI Manggarai Diminta Klarifikasi Ucapan “Bupati Matim Tidak Pantas Jadi Pemimpin”

By Redaksi11 Mei 20183 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kasubag Humas Setda Manggarai Timur, Agus Supratman (Foto: Facebook Agus Supratman)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur meminta Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Manggarai segera melakukan klarifikasi terbuka atas ucapan “Bupati Matim Tidak Pantas Menjadi Pemimpin dan Bupati Yosep Tote Mati Suri”

Ucapan tersebut ditegaskan Ketua GMNI Cabang Manggarai, Martinus Abar dalam orasinnya saat aksi demonstrasi di Borong, Selasa (08/05/2018).

Baca: GMNI Sebut Bupati Tote Tidak Pantas Jadi Pemimpin

Kasubag Humas Setda Matim, Agus Supratman dalam rilis yang diterima VoxNtt.com menegaskan, GMNI harus segera memberikan penjelasan detail soal ukuran atau takaran ketidakpantasan Bupati Yosep Tote menjadi pemimpin.

Agus mengancam, bila tidak segera melakukan klarifikasi, maka Pemkab Matim akan segera mengambil langkah tegas.

Aksi demonstrasi yang dilakukan GMNI Cabang Manggarai di depan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kantor DPRD, dan Kantor Bupati Matim dinilai Agus telah melecehkan pemerintahan yang sah. Sebab menurutnya, telah melenceng dari pokok persoalan yang diperjuangkan.

Mantan jurnalis Media Rakyat itu menyatakan,  penyampaian aspirasi yang awalnya dikemas dalam bentuk aksi damai menjadi tidak damai.

Dia beralasan  aksi berkamuflase damai itu ternyata menjurus kasar dan berdampak pada ancaman terganggunya situasi struktur sosial masyarakat di Kabupaten Matim.

Ungkapan itu pula dianggap sebagai suatu kekerasan verbal, sebab menyerang keabsahan pemerintahan yang ada.

Menurut Agus, klarifikasi terbuka penting dilakukan demi menjunjung tinggi eksistensi pemerintahan yang berwibawa dan bermartabat di Kabupaten Matim.

Bupati atau kepala daerah adalah simbol pemerintah RI di daerah yang menggerakan mesin birokrasi daerah kabupaten.

Untuk itu Pemkab Matim meminta GMNI Manggarai bertanggung jawab atas pernyataan tersebut.

Pemkab Matim, kata Agus, memberi waktu kepada GMNI untuk segera menyampaikan klarifikasi terbuka atas ucapan yang dinilainya terkesan kotor dari sang orator. Jika tidak, Pemda Matim akan mengambil Iangkah konkret selanjutnya.

Dia menjelaskan, dalam aksi unjuk rasa itu disebutkan ukuran ketidakpantasan Bupati Matim menjadi pemimpin hanya karena dua kali pendemo mendatangi kantor Bupati Matim, namun tidak berhasil bertemu Bupati Yosep Tote.

Bupati Matim lanjut dia, tidak punya niat picik seperti yang disampaikan orator Martinus Abar.  Dia bahkan sering beraudiensi langsung dengan pendemo.

Baca: Pernyataan Kasubag Humas Matim Dikecam Alumni GmnI

Hanya saja kebetulan dua kali aksi terkait kisruh guru THL di Dinas PK Matim,  Bupati Yosep Tote sedang tidak ada di tempat.

Agus menjelaskan, dalam urusan kepemerintahan bila seorang kepala daerah atau bupati sedang tidak ada di tempat,  maka beberapa urusan kepemerintahan yang bukan bersifat strategis dilimpahkan kepada pejabat tertentu.

Itu termasuk Asisten Sekda yang selalu setia mendengar dan berdialog langsung sebanyak dua kali dengan pendemo kisruh guru THL di Matim.

Segala aspirasi pendemo tentu saja tetap diterima Bupati Yosep Tote dalam bentuk laporan lisan dan tulisan.

“Jadi jangan perna berpikir segala aspirasi kelompok aksi itu tidak diketahui Bupati,” ujar Agus.

Dia menegaskan, sebagai otorisator kebijakan Pemerintah tentunya selalu berpikir dan merencanakan yang terbaik untuk masyarakat,  termasuk para guru.  Untuk mencapai suatu tujuan tentu saja melalui beberapa tahapan dengan mempertimbangkan regulasi yang berlaku.

Sedangkan untuk GMNI Manggarai,  Pemda Matim juga menaruh simpati baik,  sebab memiliki sikap peduli yang tinggi atas beberapa persoalan di kabupaten itu.

Atas hal itu,  secara khusus Pemda Matim juga mengapresiasi baik sikap represif GMNI Manggarai dalam menanggapai kisruh guru THL tersebut.

Agus mengatakan, pemerintah Matim menyadari  tanpa kontrol sosial mitra seperti GMNI,  tentunya tidak elok bagi sebuah pemerintahan moderat saat ini.

“Maka untuk itu,  demi kemitraan yang harmonis,  GMNI Manggarai kiranya secepat mungkin lakukan klarifikasi terbuka atas ungkapan dimaksud,  sebelum terjadinya hal hal yang tidak diinginkan bersama,” tandas Agus.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

Manggarai Timur
Previous ArticleDinas PU Matim Akan Tegur PT Floresco
Next Article Dana Tamsil Tidak Dibayar, Guru Non Sertifikasi di Matim Kecewa

Related Posts

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

Jalan Terbelah akibat Tanah Bergerak di Rana Poja Manggarai Timur, Warga Minta Pemerintah Atasi

2 Maret 2026

Viral Warga Meninggal saat Rujukan, Dinas PUPR Matim Akui Akses Jalan Rusak ke Puskesmas Belum Tertangani

27 Februari 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.