Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Warga Tango Molas Kesal dengan Pemkab Matim
NTT NEWS

Warga Tango Molas Kesal dengan Pemkab Matim

By Redaksi12 Mei 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kali Wae Pelas yang belum dibangun jembatan di desa Tango Molas, Kecamatan Poco Ranaka Timur (Foto: Nansianus Taris/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Warga Desa Tango Molas, Kecamatan Poco Ranaka Timur kesal dengan pemerintah dan DPRD Manggarai Timur (Matim). 

Warga kesal lantaran hingga kini belum ada perhatian pembangunan infrastruktur jembatan dan aspal jalan menuju desa tersebut.

Akibat jembatan belum dibangun di Kali Wae Pelas, kendaraan roda dua dan empat tidak bisa melintas ke beberapa wilayah di Desa Tango Molas.

Jekson Hasan, salah satu warga desa Tango Molas kepada VoxNtt.com di lokasi, Jumat (04/05/2018),  mengungkapkan belum dibangunya jembatan permanen di Kali Wae Pelas membuat akses ekonomi terhambat.

Beberapa kali warga membangun jembatan dari rakitan bambu, namun tidak kuat dan cepat terhanyut saat banjir.

Pada pekan lalu lanjut dia, banjir bandang menyapu semua titian yang dibuat warga akibat derasnya arus Kali Wae Pelas.

Jekson mengatakan, masyarakat sangat membutuhkan jembatan tersebut. Sebab,  ruas tersebut merupakan jalur terdekat menuju Lawir, ibu kota Kecamatan  Poco Ranaka Timur.   Jika jembatan permanen dibangun di Kali Wae Pelas, maka warga desa di bagian timur  kecamatan itu sangat dekat dan bahkan hitungan menit menuju Lawir.

Namun lantaran jembatan belum dibangun, warga terpaksa harus berjalan kaki hingga berjam-jam.  Mereka terpaksa harus putar dari arah Colol- Hutan Bangga Rangga hingga Lawir.

Tak hanya soal akses cepat, warga di Desa Tango Molas khususnya di Kampung Kenko tidak banyak mendirikan rumah permanen akibat jembatan di Kali Wae Pelas belum dibangun oleh pemerintah.

Kendaraan pembawa material tidak ada yang berani menuju Desa Tango Molas.

Terkecuali keluarga yang mampu karena mengangkut pasir dari batas kali menuju rumah dengan tenaga manusia.

Jekson menambahkan, Desa Tango Molas dan Wangkar Weli merupakan salah satu daerah penghasil kopi arabika dan robusta di Kecamatan Poco Ranaka Timur.

Sayangnya, kelimpahan hasil bumi tidak diimbiangi dengan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang memadai. Akibatnya, harga komiditi warga dibeli dengan harga murah oleh para pedagang.

“Kami harus mengangkut beban  hingga lima kilometer sampai batas aspal,” kata Jekson.

Menurut dia, selama ini masyarakat sering menyampaikan kondisi tersebut kepada pemerintah dan DPRD Matim yang melakukan reses di Desa Tango Molas.  Namun, hingga kini belum ada perhatian untuk membangun jembatan dan aspal jalan.

“Harapannya , ke delan jembatan dan jalan aspal segera dikerjakan agar warga bebas dari pikul beban sejauh lima kilonmeter. Kami mau bebas dari ketertinggalan dan isolasi,” ungkap Jekson.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

 

Manggarai Timur
Previous ArticleKejaksaan dan Inspektorat Matim Didesak Usut Tuntas Proyek Lapen di Golo Wune
Next Article Polisi Didesak Tangkap Pelaku Penembakan Ferdy Taruk

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.