Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Pastor Vikjen Keuskupan Surabaya Menceritakan Detik-Detik Menjelang Ledakan Bom di Gereja St. Maria Tak Bercela
HEADLINE

Pastor Vikjen Keuskupan Surabaya Menceritakan Detik-Detik Menjelang Ledakan Bom di Gereja St. Maria Tak Bercela

By Redaksi13 Mei 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Ledakan keras yang diduga bom bunuh diri terjadi di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di kawasan Ngagel, Gubeng, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018).

Pastor Eko Budi Susilo, Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Surabaya kepada VoxNtt.com, Minggu siang menceritakan misa pertama di gereja katolik Santa Maria Tak Bercela dimulai pukul 05.30 WIB dan berakhir pukul 06.30 WIB.

“Usai misa pertama tersebut, umat pulang. Yang mengikuti misa kedua mulai berdatangan. Kira-kira 40% umat sudah ada di dalam gereja” kisah Romo Eko.

Sekitar pukul 07.13, saat hendak memulai misa kedua, ada dua orang yang naik motor masuk melalui pintu bagian selatan.

Melihat dua orang yang mencurigakan tersebut, seorang petugas keamanan bernama Bayu mencoba menghadang.

“Saat itulah bomnya meledak tepatnya pukul tujuh lewat 13 menit 44 detik” ungkap Romo Eko.

Beruntung ledakan ini terjadi di luar gereja saat hendak memulai misa kedua yang baru dimulai tepat pukul 07.30 WIB.

Menurut Romo Eko, Bayu dan dua teroris tersebut kemungkinan meninggal.

“Rupanya Bayu meninggal bersama dua pelaku karena kondisi tubuhnya hancur akibat ledakan” tutur Eko. Tonton videonya di sini

Informasi yang diperoleh VoxNtt.com hingga pukul 11.10 WIB, ledakan bom di tiga gereja di Surabaya ini mengakibatkan sembilan orang meninggal dunia dan 40 orang lainnya mengalami luka-luka.

Korban luka-luka saat ini dirawat di tiga rumah sakit di Surabaya.

Romo Eko, menceritakan hingga saat ini, Polisi masih melakukan proses identifikasi di tiga lokasitersebut.

Ketiga gereja itu adalah Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngegel, GKI di Jalan Diponegoro dan Gereja Pantekosta di Jalan Arjuna.

Penulis: Irvan K

Previous ArticleRaja Boti Usif Namah Benu Terima Paket Harmoni di Sonaf Naek
Next Article Pasca Ledakan Bom, Ini Himbauan Keuskupan Surabaya Untuk Umat Kristen di Indonesia

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.