Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Gedung SDN Manumutin Naisunaf TTU Masih Reyot
HEADLINE

Gedung SDN Manumutin Naisunaf TTU Masih Reyot

By Redaksi4 Juni 20183 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi gedung SD Manumutin Naisunaf bagai gubuk reyot (Foto: Eman Tabean/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,Vox NTT-Gedung SDN Manumutin Naisunaf yang terdapat di Desa Tautpah, Kecamatan Biboki Selatan, Kabupaten TTU hingga kini tampak masih reyot.

Pantauan VoxNtt.com, Sabtu, 2 Juni lalu, kondisi gedung sekolah yang terdiri dari empat (4) ruangan kelas itu sungguh memprihatinkan, bahkan nyaris roboh.

Gedung SDN Manumutin Naisunaf hanya beratapkan daun gewang dan berlantai tanah. Dindingnya dirakit dari batang bambu yang dibelah.

Beberapa bagian atap gedung tampak sudah mulai lubang dan rapuh. Kondisi ini tentu saja cukup mengganggu murid dan guru dalam kegiatan belajar mengajar (KBM), terutama pada musim hujan.

Kondisi tersebut semakin diperparah dengan luas ruangan yang sangat sempit.

Yoseph Herman Mneka selaku pengelola dan penanggungjawab SDN Manumutin Naisunaf saat diwawancarai VoxNtt.com menjelaskan, sekolah tersebut baru resmi berdiri 4 tahun lalu.

Kata Yoseph, gedung sekolah dibangun secara swadaya oleh masyarakat setempat.

“Jumlah siswa 46 orang yang terbagi dalam 4 rombongan belajar mulai dari kelas 1 sampai 4 karena memang sekolah ini baru berdiri 4 tahun yang lalu,” tutur sosok yang juga menjabat sebagai Kepala SD Sufa tersebut.

Ia mengaku, pada musim hujan atap gedung SDN Manumutin Naisunaf ditutupi menggunakan terpal.

Hal itu untuk mengantisipasi agar para murid dan guru yang sementara melaksanakan KBM tidak basah terguyur air hujan. Sebab, atap gedung sudah bolong di beberapa sisi.

“Sekolah ini masih berstatus sekolah kecil, sehingga untuk kebutuhan buku dan lain-lain masih tanggung jawab sekolah induk yakni SD Sufa dan biasanya dianggarkan untuk pembelian buku atau operasional lainnya,” tutur Yoseph.

Menurut dia, hingga kini perhatian Pemkab TTU untuk SDN Manumutin Naisunaf masih sangat minim.

Kendati demikian, Yoseph mengaku sedikit terbantu dengan adanya bantuan dan pendampingan yang diberikan oleh Yayasan Tangan Pengharapan.

Kondisi gedung SD Manumutin Naisunaf bagai gubuk reyot (Foto: Eman Tabean/Vox NTT)

Anggota DPRD NTT Kasimirus Kolo yang saat itu juga turun memantau SDN Manumutin Naisunaf mengaku prihatin atas kondisi gedung yang reyot.

Menurut Kolo, kondisi gedung yang sudah hampir roboh dan atapnya berlubang itu sangat mengganggu proses belajar mengajar.

Karena itu, dia berharap agar Pemkab TTU segera membangun gedung SDN Manumutin Naisunaf yang baru agar siswa dan guru dapat menjalani proses KBM dengan tenang.

“Saya akan berkoordinasi dengan anggota DPRD TTU untuk segera memperjuangkan kondisi sekolah ini guna dibangun yang baru, ini sangat menyedihkan sekali,” tutur politisi Partai NasDem tersebut.

Terpisah Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes saat diwawancarai VoxNtt.com usai tatap muka dengan masyarakat Kampung Naisunaf, Sabtu, menegaskan untuk gedung SDN Manumutin Naisunaf sudah direncanakan akan dibangun tahun 2018 ini menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Dalam rencananya, pembangunan awal sebanyak 4 ruang kelas.

“Kita sudah tetapkan untuk tahun ini dibangun 4 ruang kelas baru, nanti pakai dana DAK,” tutur Bupati Ray.

 

Penulis: Eman Tabean
Editor: Adrianus Aba

TTU
Previous ArticleKapolres Ngada Bantah Anggotanya Telanjangi Kakek Berumur 60 Tahun
Next Article Tabrakan di Mando Sawu, Satu Orang Tewas

Related Posts

Perjuangan Mama Sebina: Bertahan Hidup, Sekolahkan Anak di Tengah Kemiskinan Manggarai Timur

25 Februari 2026

Telan DAU 989 Juta, Proyek Lapen Lidang – Rambe Bermutu Buruk, Ada Dugaan Keterlibatan Kades

19 Desember 2025

Ayah Terjebak “Penipuan” Tabungan BNI Life, Anak Batal Kuliah

19 November 2025
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.