Suasana acara seremonial pembuka RUAC PMKRI Cabang Larantuka (Foto:Sutomo Hurint/ Vox NTT)

Larantuka, Vox NTT- Setelah 10 tahun vakum, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Santo Agustinus Cabang Larantuka kembali menggelar Rapat Umum Anggota Cabang (RUAC) perdana di Aula Rumah Bina Sharon, Kelurahan Sandominggo, Kecamatan Larantuka, Sabtu (23/06/2018)

RUAC perdana yang digelar dengan tema “Mempertegas Eksistensi PMKRI Cabang Larantuka St Agustinus di Bumi Lamaholot” berkat pendampingan yang dilakukan oleh PMKRI Cabang Maumere.

Marselinus Atapuken, Ketua Presidim PMKRI Cabang Larantuka yang terpilih dalam RUAC itu menjelaskan tema yang diangkat ini lahir dari realitas yang terjadi di Larantuka. Selama ini PMKRI Cabang Larantuka tidak berjalan aktif atau vakum yang disebabkan oleh faktor internal organisasi.

“Memang kondisi PMKRI di Larantuka selama ini terjadi kevakuman. Sejak tahun 2007, PMKRI Larantuka yang sebelumnya berstatus calon cabang diresmikan menjadi cabang, kegiatan dan diskusi dijalankan, namun sebab adanya masalah internal organisasi, maka terjadi kevakuman sampai pada tahun 2017. Melihat kondisi ini PMKRI pusat memberikan mandat kepada PMKRI Cabang Mamumere agar dapat mendampingi PMKRI Larantuka agar kembali aktif,” ungkap Marselinus.

Benediktus Rani, Ketua PMKRI Cabang Maumere, mengungkapkan pendampingan yang dimandatkan oleh PMKRI pusat kepadanya sampai sampai pada memiliki ketua presidium.

Proses pendampingan itu sudah dijalankan sejak tahun 2017. Dengan memilih Ketua presidium pada RUAC ini berarti PMKRI Cabang Larantuka dianggap sudah otonom tanpa dampingan dari cabang manapun.

Pastor Tomas Labina, Pr, perwakilan keuskupan Larantuka kepada VoxNtt.com mengharapkan dengan RUAC ini di kemudian hari PMKRI Cabang Larantuka dapat kembali berjalan aktif dengan aksi.

Pastor Tomas mengatakan setiap anggota PMKRI Cabang Larantuka wajib memiliki 3 jiwa.

Ketiganya yakni: jiwa sebagai mahasiswa (orang muda terpelajar), jiwa sebagai umat katolik (nilai kristenitas), dan jiwa sebagai orang Lamaholot.

Ketiga hal ini diharapkannya didiskusikan oleh badan pengurus PMKRI Cabang Larantuka agar dapat dimasukan ke dalam visi dan misi yang kemudian dirumuskan dalam program kerja strategis ke depannya.

Hadir dalam acara seremonial pembuka, Anton Gege Hadjon Bupati Flores Timur, AKBP Arri Vaviriyantho Kapolres Flores Timur, Pastor Tomas Labina Pr Perwakilan dari Keuskupan Larantuka, Benediktus Rani Perwakilan Badan Pengurus PMKRI Cabang Maumere, Ketua dan Wakil Ketua Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Flores Timur(Flotim) Fransiskus Padji Tukan dan Thedorus Sutomo Dopen Hurint, serta para alumni PMKRI Larantuka dan puluhan anggota PMKRI aktif Cabang Larantuka.

 

Penulis: Sutomo Hurint
Editor: Adrianus Aba

alterntif text