Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Robi Idong: Alex dan Ansar Itu Kakak Saya
Pilkada

Robi Idong: Alex dan Ansar Itu Kakak Saya

By Redaksi24 Juni 20181 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Robi Idong saat menyampaikan pidato politik dalam Kampanye Akbar Paket ROMA di Lapangan Kota Baru pada Jumat (22/6/2018)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Robi Idong, calon bupati Sikka periode 2018-2023 dari jalur independen, menyatakan calon Bupati lainnya yakni Alex Longginus dan Ansar Rera sebagai kakaknya.

“Kakak Alex dan Kakak Ansar adalah kakak-kakak saya. Mereka yang membesarkan saya,” ungkapnya sebelum menutup kampanye akbar Paket ROMA di Lapangan Umum Kota Baru, Maumere, Jumat (22/06/2018).

Tokoh muda yang maju bersama aktivis koperasi kawakan, Romanus Woga ini berikhtiar akan menggandeng dua Alex dan Ansar bila dipercaya memimpin Sikka 5 tahun ke depan.

“Kalau hasil perhitungan cepat pada 27 Juni menyatakan ROMA menang maka kami akan datangi Kakak Alex dan Kakak Ansar untuk menyatukan kekuatan,” tegasnya.

Meski terbilang masih muda, sebelum mencalonkan diri sebagai bupati, Robi pernah mencalonkan diri sebagai wakil bupati.

Di tahun 2008, Robi maju mewakili almarhum Alex Bapa. Tahun 2013 dia maju mewakili Alex Longginus.

Setelah gagal, Robi yang adalah PNS dipercaya Ansar Rera selaku Bupati Sikka sebagai camat Nele.

Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Robi menilai dendam masih menjadi warisan pada setiap pergantian bupati.

Menurutnya dendam harus dihapus agar Sikka kuat dan rakyat sejahtera.

 

Penulis: Are de Peskim
Editor: Adrianus Aba

Sikka
Previous ArticleStef Say: Kami Tidak Menawarkan Bapa Mama Berutang
Next Article 10 Tahun Vakum, PMKRI Larantuka Kembali Gelar RUAC Perdana

Related Posts

SMAN 3 Cibal Semarakkan Hari Pramuka ke-65 dengan Perkemahan dan Beragam Lomba

14 Agustus 2026

Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Lahan Diklaim Aset Polri

14 Agustus 2026

DPRD Manggarai Tinjau TPA Ncolang, Minta Pemkab Siapkan Dana Taktis untuk Tangani Keluhan Sampah

13 Agustus 2026
Terkini

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026

SBD Peduli Flores: Merawat Persaudaraan di Tengah Duka

1 September 2026

Membangun Ekosistem Sepak Bola Indonesia: Dari Pembinaan Usia Dini menuju Prestasi Dunia

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.