Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Stef Say: Kami Tidak Menawarkan Bapa Mama Berutang
Pilkada

Stef Say: Kami Tidak Menawarkan Bapa Mama Berutang

By Redaksi24 Juni 20181 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kampanye akbar Paket Alex-Stef di Lapangan Kota Baru Maumere pada Kamis (21/6/2018) (Foto: Are de Peskim/VoxNTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Fransiskus Stefanus Say, calon wakil bupati Sikka periode 2018-2023 mengatakan, ia dan Alexander Longginus atau Paket Alex-Stef tidak menawarkan rakyat di kabupaten untuk meminta-minta, apalagi berutang.

“Kami tidak menawarkan Bapa Mama untuk berutang,” tegasnya saat menyampaikan orasi politik dalam kampanye akbar di Lapangan Kota Baru, Maumere, Kamis (21/06/2018) lalu

Stef menegaskan bila dipercaya memimpin Sikka maka keduanya akan membawa kabupaten itu keluar dari kemiskinan.

Dirinya juga menyinggung keluhan pembicara-pembicara sebelumnya terkait ketidakmampuan mencapai target PAD selama pemerintahan Ansar.

“Kegalauan seperti itu tidak sirna karena kami menyiapkan program membentuk 3000 usahawan muda yang nantinya berkontribusi terhadap PDRB,” tandasnya.

Stef Say mengaku paham akan kemiskinan rakyat dan tidak ingin mengungkit hal itu.
“Saya dibesarkan di Desa Ipir, Kecamatan Bola, saya paham betul yang namanya kemiskinan. Saya paham betul yang namanya orang susah,” tegasnya.

Paket Alex-Stef menyiapkan 22 program yang diklaim program kerakyatan.

Beberapa diantaranya yakni penegerian UNIPA, gerakan 10.000 petani pensiun dan penciptaan 1000 armada penangkapan ikan.

 

Penulis: Are de Peskim
Editor: Adrianus Aba

Sikka
Previous ArticleKPU TTU Mulai Distribusi Logistik Pilgub NTT
Next Article Robi Idong: Alex dan Ansar Itu Kakak Saya

Related Posts

SMAN 3 Cibal Semarakkan Hari Pramuka ke-65 dengan Perkemahan dan Beragam Lomba

14 Agustus 2026

Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Lahan Diklaim Aset Polri

14 Agustus 2026

DPRD Manggarai Tinjau TPA Ncolang, Minta Pemkab Siapkan Dana Taktis untuk Tangani Keluhan Sampah

13 Agustus 2026
Terkini

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026

SBD Peduli Flores: Merawat Persaudaraan di Tengah Duka

1 September 2026

Membangun Ekosistem Sepak Bola Indonesia: Dari Pembinaan Usia Dini menuju Prestasi Dunia

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.