Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»DPRD Pertanyakan Tujuan Bupati Ray Gelar Pertemuan Akbar pada H-2 Pilgub NTT
NTT NEWS

DPRD Pertanyakan Tujuan Bupati Ray Gelar Pertemuan Akbar pada H-2 Pilgub NTT

By Redaksi26 Juni 20183 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Suasana tatap muka antara Bupati Raymundus Sau Fernandes dan ribuan PTT di aula Balai Biinmaafo (Foto: Eman Tabean/VoxNTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,VoxNTT- Ketua DPRD TTU, Hendrikus Frengki Saunoah mempertanyakan maksud dan tujuan dari pertemuan antara Bupati Raymundus Sau Fernandes dan ribuan pegawai tidak tetap.

Pertemuan akbar itu digelar di Bale Biinmaafo, Senin (25/06/2018) atau H-2 pelaksanaan Pilgub NTT.

Apabila pertemuan tersebut bertujuan hanya untuk meningkatkan kapasitas dari para pegawai tidak tetap, tegas Hendrikus, maka wajib diapresiasi .

Namun apabila memiliki muatan politik menjelang pelaksanaan Pilgub NTT, Hendrikus sendiri sangat menyayangkan tindakan Bupati Ray.

“Saya tadi tidak ikuti tapi kita berharap pertemuan tadi itu bermanfaat untuk meningkatkan kapasitas dari pegawai tidak tetap di TTU,” tutur Ketua DPC PDIP TTU tersebut saat diwawancarai awak media, Senin(25/06/2018) sore.

“Tapi sekali lagi karena ini H-2 menjelang Pilgub, maka indikasi muatan politiknya sangat kental,” tegasnya.

Hendrikus menegaskan, sesuai dengan yang tertuang di dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD), jumlah PTT di TTU sebanyak 1.222 orang.

Sehingga apabila Pemda TTU ingin melakukan penambahan jumlah PTT, kata dia, maka pihaknya pasti akan berkeberatan.

“Kita harus konsisten dengan peraturan daerah yang sudah ditetapkan, kalau mau ada itu (penambahan jumlah PTT), maka kita harus berdiskusi dulu untuk revisi peraturan daerah,” tegas legislator asal Dapil Insana tersebut.

Terpisah, Bupati Raymundus Sau Fernandes saat diwawancarai awak media usai pertemuan dengan ribuan PTT di Balai Biinmaafo menegaskan bahwa pertemuan yang dilakukan ini merupakan agenda rutin yang digelar setiap tahunnya.

Sehingga ia menegaskan adanya kecurigaan bahwa pertemuan yang dilakukan tersebut bermuatan politik sangat tidak mendasar.

“Kalau tahun lalu saya tidak adakan dan baru diadakan tahun ini ya silahkan dicurigai tapi ini kan tidak,mau curiga silahkanlah karena orang politik selalu dicurigai,” tegas ketua DPW NasDem TTU tersebut.

Ia menjelaskan bahwa undang-undang telah mewajibkan agar pemerintah mulai dari tingkat pusat hingga daerah mengalokasikan 20 persen dari APBD untuk pendidikan.

Sehingga salah satu yang harus diperhatikan khusus adalah tenaga guru dan ketersediaannya.

Lebih jauh ia menambahkan bahwa Kabupaten TTU sendiri saat ini mengalami kekurangan tenaga guru sebanyak 1183 orang.

Sehingga Bupati Ray mengaku telah memerintahkan kepada para guru komite yang hadir agar usai mengikuti pertemuan mendaftarkan namanya guna memenuhi kekurangan dimaksud.

“Kan yang ajukan lamaran hanya 900 lebih sedangkan TTU sendiri alami kekurangan guru sebanyak 1183 orang,” tuturnya.

Untuk diketahui, sejak beberapa hari lalu sebuah surat edaran yang ditandatangani oleh sekretaris daerah TTU marak diperbincangkan di media sosial.

Hal tersebut lantaran dalam surat dengan nomor Bapgdiklat.810/1047/VI/2018 tersebut berisi perintah agar seluruh PTT wajib mengikuti pengarahan yang akan disampaikan oleh Bupati Raymundus Sau Fernandes pada 25 Juni 2018 bertempat di Bale Biinmaafo. Bagi yang tidak hadir dianggap mengundurkan diri.

Polemik di media sosial bermunculan lantaran pertemuan digelar H-2 menjelang hari pelaksanaan Pilgub NTT sehingga disinyalir bermuatan politik.

 

Penulis: Eman Tabean
Editor: Adrianus Aba

 

 

TTU
Previous ArticleKPU Sikka Umumkan LHKPN Kontestan Pilkada
Next Article Proyek Jalan Pau-Muwur Segera Ditenderkan

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026
Terkini

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.