Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Pengangguran SMA Tinggi, Ini Respon Politisi Muda Demokrat
NTT NEWS

Pengangguran SMA Tinggi, Ini Respon Politisi Muda Demokrat

By Redaksi10 Juli 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Politisi muda Partai Demokrat Kabupaten Ende, Blasius A. Rinda (Foto: Ian Bala/VoxNTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Politisi muda partai Demokrat Kabupaten Ende, Blasius A. Rinda merespon data Badan Pusat Statistik (BPS) Ende yang menyebutkan tingkat pengangguran terbuka lulusan SMA paling tinggi yakni 27,04% di Ende.

Menurutnya, angka ini merupakan angka yang paling fantastis apalagi pada zaman perdagangan bebas seperti saat ini.

Ia menyarankan agar pemerintah mesti mengambil langkah solutif untuk merutinitas kembali Balai Latihan Kerja (BLK).

Kemudian, diusulkan untuk menormalisasi tenaga pendamping balai sesuai dengan keterampilan masing-masing.

“Memang standar pendidikan SMA itu tidak disyaratkan menjadi pegawai negeri. Kalau balai itu terjadi aktivitas setiap hari, saya kira angka itu akan menurun,”katanya di Ende, Selasa (10/7/2018).

Blasius mengatakan pemerintah perlu menyiapkan formal baku dalam pengelolaan balai. Jika formal itu dilakukan maka para pekerja lebih giat dan terampil serta mampu berdaya saing mencari kerja di luar negeri.

“Kan, di luar negeri lagi butuh tenaga kerja. Nah, kita disini perlu menyiapkan. Siapkan SDM, siapkan keterampilan supaya bisa bersaing,”ujar Blasius.

Baca Juga: Duh! Tingkat Pengangguran di Ende Tertinggi SMA, Terendah SD

Diketahui, angka pengangguran pendidikan lulusan SMA lebih tinggi dibandingkan lulusan SD di Kabupaten Ende. Angka ini menunjukan bahwa lulusan SMA tak memiliki pendapatan setiap hari jam kerja.

Data lain yang dirilis BPS pada Agustus 2017, lulusan diploma pada urutan kedua tertinggi setelah SMA yakni sebesar 22,34%. Sementara drop out atau tidak memiliki ijazah SD sebesar 17,7%.

Disusul lulusan Sarjana sebesar 14,06%, pendidikan SMK sebesar 10,79%, pendidikan SMP 5,35% dan pengangguran paling rendah lulusan SD sebesar 2,77%.

 

Penulis: Ian Bala
Editor: Adrianus Aba

Ende
Previous ArticleTak Berizin, Polisi Segera Tutup Dua Tempat Karoke di Aesesa
Next Article Satgas Yonif 715/MTL Gelar Operasi Katarak Gratis

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.