Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»Acara Panca Windu SDI Karot Momentum Alumni Bersatu
Pendidikan NTT

Acara Panca Windu SDI Karot Momentum Alumni Bersatu

By Redaksi28 Juli 20183 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Aloisius Selama, salah satu alumni SDI Karot sedang membawakan acara temu alumni (Foto: Yoakim Jehati)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- SDI Karot menggenapi usia 40 tahun (panca windu) pada 1 Januari 2018. Untuk merayakannya, lembaga pendidikan yang berlokasi di Kelurahan Karot, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai itu menggelar sejumlah kegiatan.

Ketua panitia kegiatan Panca Windu SDI Karot, Adi Embong mengatakan, perayaan panca windu ini dikemas dengan menggelar sejumlah kegiatan.

Itu seperti, lomba pop singer, sepak bola mini, temu alumni, dan lain-lain.

Menurut Adi, acara panca windu SDI Karot merupakan sebuah momentum untuk mempersatukan alumni.

Kepala SDI Karot, Maria Hepilaria mengatakan, kesuksesan lembaga yang dipimpinnya itu tentu saja karena peran semua pihak, termasuk orang tua murid.

“Terima kasih kepada tu’a gendang (tua adat) Curu yang telah menghibahkan lokasi ini untuk lembaga SDI Karot,” kata Maria dalam sambutannya pada acara temu alumni di SDI Karot, Sabtu (28/07/2018),

Menurut dia, lembaga yang berdiri 1 Januari 1978 itu sudah banyak meraup prestasi. Siswa angkatan pertama berjumlah 35 siswa dengan kepala sekolah saat itu atas nama Nobertus Sema.

Sedangkan saat ini lanjut Maria, siswa SDI Karot berjumlah 449 siswa, rombongan belajar sebanyak 18, dan tenaga pendidik dan non pendidik berjumlah 26 orang.

Dia mengaku, hingga kini pihaknya masih membutuhkan tambahan ruangan kelas dan tambahan guru PNS.

Para alumni SDI Karot saat acara temu alumni

Selama ini ruangan perpustakaan dijadikan ruangan kelas. Hal itu terpaksa disiasati lantaran kekurangan ruangan kelas.

Bupati Manggarai Deno Kamelus saat hadir dalam acara temu alumni mengatakan, para pendahulu yang merintis SDI Karot tentu saja sudah lama berpikir untuk pendidikan di daerah itu.

Sebab itu, dia meminta agar SDI Karot segera melakukan pembenahan aset, termasuk pengelolaan dana BOS.

Misa Konselebrasi

Panca Windu SDI Karot juga diisi dengan misa konselebrasi dari 4 pastor alumni. Keempatnya yakni; Pastor Peter Paskalis, SVD, Romo Ardus Jehaut, Romo Carles Suwendi, dan Romo Alo Jhonsos.

Perayaan ekaristi kudus ini dihadiri oleh ratusan alumni yang datang dari berbagai tempat di Indonesia, bahkan dari luar negeri.

Selain itu, misa juga dihadiri oleh Bupati Manggarai Deno Kamelus dan rombongan, orang tua murid, tokoh masyarakat, dan lain-lain.

Pastor Carles Suwendi yang adalah angkatan ketiga SDI Karot dalam kotbahnya mengatakan, selama 40 tahun SDI Karot sudah menjalankan tugas. Sebab itu, perayaan syukur adalah nada dasar ungkapan kepada Tuhan.

“Dalam keadaan baik, kita mudah bersyukur, tapi dalam kesulitan kita sangat susah. Ucapan syukur adalah hal yang penting,” ujar Pastor Carles.

Menurut dia, di balik ucapan syukur terdapat kuasa Tuhan. Syukur kepada Tuhan bukan karena mendapatkan sesuatu. Ucapan syukur adalah perayaan sepenuhnya kepada Tuhan, kasih Tuhan mengalir dalam hidup manusia.

Pastor Carles menambahkan,Panca Windu SDI Karot adalah hal menggembirakan. Karena itu wajib dilanjutkan dan patut diapresiasi.

Momentum Panca Windu adalah hal yang luar biasa dan semakin bermakna dengan diisi kegiatan untuk mempererat tali persaudaraan.

“Mudah-mudahan mempererat tali persaudaraan. Mambangun solidaritas di antara kita maupun memperhatikan almamater ini,” ungkap Pastor Carles.

 

Penulis: Adrianus Aba

Kabupaten Manggarai
Previous ArticleThe People of Hepang, Mary and Longing to Bring Back ‘Nahar Bekor’
Next Article Polisi Amankan Sejumlah Kendaraan di Mbay

Related Posts

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026

Kisah Sepuluh Warga Selamat Sebelum Rumah Roboh saat Gempa Mengguncang Manggarai

1 September 2026
Terkini

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.