Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Mahasiswa Kupang Minta Polres Manggarai Ungkap Pelaku Penembakan Ferdy Taruk
NTT NEWS

Mahasiswa Kupang Minta Polres Manggarai Ungkap Pelaku Penembakan Ferdy Taruk

By Redaksi29 Juli 20184 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Korban Ferdinandus Taruk saat dirawat di RSUD dr Ben Mboi Ruteng
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Kasus Penembakan Ferdinandus Taruk memantik reaksi dari sejumlah Organisasi Kepemudaan (OKP) dari Manggarai di Kupang.

Ferdy Taruk ditembak oleh orang tak dikenal di Karot Ruteng, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai pada 27 Maret lalu, sekitar pukul 24.00 Wita.

Ia sempat dirawat di RSUD dr. Ben Mboi Ruteng selama dua minggu, sebelum akhirnya meninggal pada pada 7 April. Ferdy Taruk meninggal dalam keadaan sebutir peluru berbahan dasar kuningan masih bersarang di kepalanya.

Ketua Umum Persatuan Mahasiswa Manggarai Barat (PERMMABAR) Kupang, Alexius Easton Ance mengaku prihatin atas kepergian korban Ferdy Taruk yang dinilai tidak wajar.

Aleksius menegaskan, sudah 4 bulan kasus ini berlalu. Namun Polres Manggarai masih belum menemukan pelaku.

“Lambannya pengungkapan kasus ini oleh lembaga penegak hukum (kepolisian Manggarai) mengindikasi akan matinya supremasi hukum di Kabupaten Manggarai,” ujar Alexius kepada VoxNtt.com, Minggu pagi (29/07/2018).

Menurut Alexius, Indonesia adalah Negara Hukum. Manggarai adalah bagian dari Indonesia.

Baca Juga: Kasus Kematian Ferdy Taruk, Nyala Lilin Hingga Ada Calon Tersangka

“Oleh karena itu, kami menuntut dan mendesak agar lembaga Kepolisian Manggarai juga turut harus menegakkan hukum,” tegasnya.

Dia berharap, agar pihak Kepolisian segara mengungkapkan pelaku sebagaimana telah dijanjikan Kasat Reskrim Polres Manggarai AKP Satria Wira Yudha. Sebelumnya, Kasat Yudha berjanji akan mengumumkan pelaku pada Senin esok, 30 Juli.

“Kami meminta agar janji ini tidak hanya berusaha untuk menenangkan publik semata, tetapi kami berharap agar janji ini kemudian ditepati dan diungkap melalui pers, sehingga kemudian mampu menepis segala macam bentuk mosi ketidakpercayaan publik kepada lembaga penegak hukum di Manggarai,” harapnya.

Apabila Polres Manggarai tidak menepati janjinya, tegas Aleksius, maka pihaknya akan melayangkan petisi mosi tidak percaya.

PERMMABAR juga nanti akan mendesak agar Kapolres Manggarai dicopot melalui Kepolisian Daerah NTT.

“Dalam proses hukum kasus ini pula, kami meminta agar lebih transparan dan pelaku dituntut sesuai dengan Undang-undang yang berlaku. Siapapun pelakunya entah oknum tersebut juga merupakan bagian dari lembaga penegak hukum ataupun masyarakat biasa, kami mendesak agar diproses sesuai dengan Undang-undang yang berlaku untuk mau menepis pernyataan kami akan matinya supremasi hukum di Kabupaten Manggarai,” ujarnya.

Baca juga: Menagih Keberpihakan Bupati Deno

Terpisah, Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Pendalaman Iman Keuskupan Ruteng (TAMISARI) Kupang, Fransiskus Xaverius Ndorang juga mengaku prihatin atas meninggalnya Ferdy Taruk.

Menurut Ndorang, Polres Manggarai belum serius menjawabi keresahan masyarakat selama ini. Itu terutama agar segera mengungkapkan pelaku yang masih misterius itu.

“Kami belum melihat adanya keseriusan dan kesungguhan aparat Negara, dalam hal ini Kepolisian untuk secara cepat dan tepat dalam mengungkapkan kasus penembakan terhadap saudara almarhum Ferdy Taruk,” kata Ndorang.

TAMISARI Kupang juga akan melayangkan mosi tidak percaya kepada Polres Manggarai, jika tidak segera mengungkapkan pelaku penembakan.

Pihak Ndorang juga akan mendesak Kapolda NTT untuk mencopot Kapolres Manggarai, jika bekerja tidak profesional dalam pengusutan kasus penembakan almarhum Ferdy Taruk.

“Kepada siapa lagi kita percaya kalau pihak Kepolisian tidak bisa mengusut tuntas kasus penembakan yang menimpah saudara Ferdy Taruk,” ujarnya.

“Dan kami meninta juga transparansi dari Kepolisian Manggarai dalam menangani kasus yang menimpa saudara Fredy Turuk,” tambah Aktivis PMKRI Cabang Kupang itu.

Dikabarkan sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Manggarai AKP Satria Wira Yudha menegaskan, pihaknya tidak main-main dalam mengusut tuntas kasus kematian almarhum Ferdy Taruk.

Kata dia, sudah menjadi kewajiban Kepolisian untuk mengungkapkan pelaku.

Dikatakan, selama ini Polres Manggarai melakukan pembuktian secara ilmiah untuk kemudian bisa dipertanggungjawabkan saat di Pengadilan nanti.

“Karena kami sudah sampaikan bahwa tidak ada saksi yang melihat secara langsung, karena itu kami butuh pembuktian secara ilmiah. Kami sudah lakukan dengan beberapa ahli,” ujar Yudha.

Ahli-ahli itu lanjut dia, yakni dokter forensik dan balistik laboratorium forensik.

Dia mengatakan, dalam penyelidikannya sudah ada calon tersangka. Calon tersangka tersebut mengarah kepada satu orang yang pada malam kejadian, senjata masih berada dalam penguasaannya.

“Makanya kami sudah berani sampaikan, kami sudah memiliki nama calon tersangka,” sambung Yudha.

Yudha sendiri belum bisa memastikan apakah calon tersangka ini yang melakukan eksekusi.

Sebab itu, pihak Reskrim Polres Manggarai terus melakukan pengembangan penyelidikan terhadap kasus penembakan almarhum Ferdy Taruk.

Dia berjanji akan menetapkan tersangka tersebut pada Senin, 30 Juli 2018. Selanjutnya akan dilakukan konfresi pers untuk mengumumkan tersangka.

 

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Adrianus Aba

Kota Kupang
Previous ArticleAntonius da Lopez: Memanusiakan Petani
Next Article Meng(NTT)kan Pariwisata NTT

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.