Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Kasus Ferdy Taruk, Pemerintah Harus Aktif
NTT NEWS

Kasus Ferdy Taruk, Pemerintah Harus Aktif

By Redaksi1 Agustus 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Yani Rewos, salah satu tokoh muda di Manggarai (Foto: Adrianus Aba/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Yani Rewos, salah satu tokoh muda di Manggarai meminta pemerintah kabupaten itu agar terlibat aktif dalam penanganan kasus penembakan Ferdinandus Taruk.

Ferdy Taruk ditembak oleh orang tak dikenal di Karot Ruteng Kecamatan Langke Rembong pada 27 Maret lalu, sekitar pukul 24.00 Wita. Kasus penembakan terjadi saat ia sedang asyik nongkrong bersama teman-temannya.

Sebutir peluru yang kemudian diketahui berbahan dasar kuningan bersarang di kepala korban. Pada malam itu juga ia langsung dibawa ke RSUD Ruteng.

Namun nasib berkata lain. Ferdy Taruk akhirnya meninggal setelah dua minggu dirawat di rumah sakit.

“Saya mengamati pemerintah tidak pro aktif bersama masyarakat, khususnya terlibat bersama keluarga Ferdy Taruk,” ujar Yani kepada VoxNtt.com di Ruteng, Rabu (01/08/2018).

Menurut dia, Pemkab Manggarai juga belum pernah menyatakan sikapnya terkait penembakan Ferdy Taruk melalui forum koordinasi pimpinan daerah (Forkompimda).

Padahal, kasus penembakan Ferdy Taruk merupakan masalah sosial yang meresahkan, mengganggu dan mengancam ketenteraman masyarakat secara keseluruhan.

“Kalau masalah hukum itu urusan Polisi. Tapi sebagai pemerintah yang tanggung jawab terhadap masyarakat mesti mengambil bagian dengan mengkoordiasikan persoalan ini melalui Forkompinda,” ujar Yani.

Tak hanya Yani Rewos yang meminta peran pemerintah.

Sebelumnya, Fransiskus Y.A Syukur, Juru bicara keluarga almarhum Ferdy Taruk menagih keberpihakan Bupati Manggarai Deno Kamelus dalam mengusut tuntas kasus penembakan misterius tersebut.

Yos Syukur menyadari betul bahwa salah satu misi Bupati Deno ialah penegakan supremasi hukum, HAM, dan kesataraan gender di Kabupaten Manggarai.

Karena itu, dia meminta Bupati Deno melalui Divisi Hukum Pemkab Manggarai segera membantu berkoordinasi dengan Polres Manggarai agar segera mengungkapkan pelaku.

“Kasus yang menimpa keluarga kami ini sebenarnya pintu masuk bagi bupati untuk ikut ambil bagian dalam penegakan supremasi hukum di Manggarai. Jangan menunggu laporan resmi,” ujar Yos Syukur kepada VoxNtt.com di sela-sela aksi damai di depan Kantor Mapolres Manggarai, Jumat malam, 27 Juli lalu

Menurut dia, sejak malam penuh misteri itu satu-satunya harapan keluarga korban ialah Pemkab Manggarai. Sebab keluarga tak berdaya, masih dalam bayang-bayangan kesedihan akibat kepergian almarhum yang dinilai tidak wajar.

Empat bulan kasus ini bergulir, kata Yos, Pemkab Manggarai tak ada tanda ada pendampingan bagi keluarga almarhum Ferdy Taruk.

Sementara itu, Bupati Manggarai Deno Kamelus menegaskan, pihaknya tidak punya kewenangan untuk mengintervensi Kepolisian dalam pengusutan kasus penembakan almarhum Ferdy Taruk.

“Saya yakin tugas Kepolisian profesional. Tugas kita semua beri dukungan supaya Kepolisian dapat mengungkapkan kasus ini,” ujar Bupati Deno saat dihubungi VoxNtt.com, Sabtu malam, 28 Juli lalu.

Penulis: Adrianus Aba

Kabupaten Manggarai
Previous ArticlePaulus: Memanen Sarjana dari Hijaunya Sayuran
Next Article Posisi Kepala SDK Satar Teu Terancam

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Rumah Warga di Cibal Barat Ambruk Diterpa Hujan dan Angin Kencang

5 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.