Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Proyek Mangkrak, Warga Sambung Jembatan dengan Bambu
HEADLINE

Proyek Mangkrak, Warga Sambung Jembatan dengan Bambu

By Redaksi12 Agustus 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Salah satu pengendara saat melintasi titian bambu di kali Wae Wake (Foto: Nansianus Taris/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Jembatan Wae Wake yang dikerjakan pada tahun 2015 yang terletak di antara Desa Golo Rengket dan Compang Laho, Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) mangkrak.

Kontraktor pelaksana proyek jembatan itu diduga tidak mampu melanjutkan pekerjaan.

Satu sisi jembatan belum diurug tanah. Sisi jembatan itu dibiarkan jurang yang cukup dalam.

Hingga 2018 ini kendaraan atau pun pejalan kaki belum bisa melintasi jembatan Wae Wake.

Agar bisa dilintasi kendaraan roda dua, warga berinisiatif membuat titian bambu dengan lebar 1 meter dan panjangnya sekitar 10 meter.

Jembatan Wae Wake adalah penghubung utama akses ekonomi bagi warga desa Lenang, Compang Laho, dan Golo Wune.

“Ini jembatan sebenarnya jalur alternatif tiga desa menuju ibu kota kecamatan Poco Ranaka, Mano dan Ruteng. Lewat di sini lebih singkat dan murah untuk pergi jual hasil komoditi ke kota,” ujar Fardi, warga desa Compang Laho saat dijumpai VoxNtt.com di jembatan Wae Wake, Sabtu (11/8/2018).

Baca Juga:

  • Pengerjaan Jembatan Wae Wake Mangkrak
  • Tiga Tahun Mangkrak, Jembatan Wae Wake Dibangun 2018 Ini

Kata dia, titian bambu dibuat warga sekitar bulan Juni 2018 yang lalu.

“Sekarang motor dan pejalan kaki bisa lewat di sini. Tetapi, di sini pengendara ekstra hati-hati. Karena di bawahnya ada jurang yang dalam. Salah sedikit, bisa jatuh ke bawah,” katanya.

Dia menambahkan, warga sudah membersihakan jalan sebelah jembatan yang berada di desa Compang Laho beberapa minggu lalu.

Saat ini hanya menunggu pemerintah agar segera mengurugan tanah di sisi jembatan yang masih membentuk jurang.

Fardi pun mendesak Pemkab Matim agar segera menuntaskan pembangunan jembatan itu agar bisa digunakan.

“Tinggal ini saja. Pemerintah harus tuntaskan pembangunan jembatan ini. Daripada mubazir. Kasian uang daerah dibuang begitu saja,” desak Fardi.

Sebelumnya, Plt. Dinas PU Matim Yosep Marto saat dikonfirmasi VoxNtt.com mengungkapkan bahwa pembangunan jembatan Wae Wake dilanjutkan tahun 2018 ini.

Selain pengerjaan jembatan, ada pula lanjutan pekerjaan telford dari kali Wae Wake sampai di kampung Lenang desa Compang Laho.

Pantauan VoxNtt.con di lokasi, Sabtu (11/8/2018), sudah ada tanah yang diurug di sisi jembatan itu, tetapi masih sedikit.

Jalan di sebelah kali menuju kampung Lenang pun sudah dibersihkan warga. Namun, belum dilanjutkan dengan teleford.

Di jalan itu, pengendara sudah bisa melintasi dengan aman dan nyaman.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur
Previous ArticleDi Tepi Sungai
Next Article 21 Bacaleg di TTU Gugur

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.