Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Pemprov NTT Simpan ‘Bom Waktu’
NTT NEWS

Pemprov NTT Simpan ‘Bom Waktu’

By Redaksi13 Agustus 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Camat Kokbaun, Wilgo Nenometa bersama Kades Benahe dan Tokoh Adat Desa Lotas, Martinus Fatin (Foto: Paul Resi)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Soe, Vox NTT-Penyelesaian tapal batas wilayah administrasi antara Kabupaten TTS dengan Kabupaten Malaka dicemaskan bisa menjadi ‘bom waktu’ yang meledak kapan saja.

Pasalnya, tapal batas kedua kabupaten tersebut, hingga kini belum diselesaikan Pemerintah Provinsi NTT.

Camat Kokbaun, Kabupaten TTS, Wilgo Nenometa yang ditemui di kantornya Senin (12/08/2018), mengatakan saat ini pemerintah kabupaten Malaka sedang mengerjakan proyek jalan hotmix di wilayah kabupaten TTS.

Proyek itu sedang dilaksanakan di desa Obaki, desa Benahe dan desa Lotas menuju Biudukfo sepanjang 8 Km.

“Saat ini pemerintah Kabupaten Malaka sedang mengerjakan proyek jalan itu” jelas Wilgo.

Atas tindak “penyerobotan” tersebut, lanjut Wilgo, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan salah satu Kabid PUPR bersama tokoh adat Kecamatan Kokbaun.

Isi pertemuan yakni menyepakati untuk tidak melanjutkan pengerjaan proyek di daerah sengketa sebelum adanya petunjuk dari Bupati TTS, Paul Mella.

Bupati TTS, kata Wilgo meminta agar pengerjaan proyek jalan oleh Pemkab Malaka segera dihentikan.

“Bapa bupati meminta agar pengerjaan proyek itu segera dihentikan, tapi sampai dengan saat pekerjaan tersebut masih saja dilanjutkan,” urai Wilgo.

Wilgo menyatakan, sebagai camat, dirinya tidak diberi kewenangan untuk berbuat banyak. Dia hanya memberikan pengertian kepada masyarakat di tiga desa untuk tetap tenang dan tidak memberikan reaksi apapun.

“Tenang saja karena pasti ada langka yang lebih konstruktif untuk menyelesaikan masalah tersebut,”terang Wilgo.

Camat Wilgo khwatir jika Pemerintah Provinsi tidak segera menyelesaikan masalah perbatasan tersebut bisa menjadi “bom waktu” yang bisa meledak kapan saja.

Wilgo berharap pemerintah provinsi NTT melalui badan perbatasan bisa menindaklanjuti masalah ini secara serius.

Senada dengan Camat Wilgo, Kepala Desa Benahe, Zet J. I Leo dan tokoh adat Desa Lotas, Martinus Fatin meminta agar Pemerintah Provinsi NTT segera memfasilitasi Pemerintah Kabupaten Malaka dan Pemda Kabupaten TTS guna menyelesaikan permasalahan tapal batas Kabupaten tersebut.

“Kami minta agar pemerinta segera selesai masalah batas sebab jika tidak kami masayarakat di wilayah perbatasan sangat tidak tentram dengan ulah dari Pemerintah Kabupaten Malaka yang sama sekali tidak menghargai Pemkab TTS,” pintah Zet Leo yang diamini Martinus Fatin di kantor camat Kokbaun Senin (12/08/2018).

Penulis: Paul Resi

Editor: Irvan K

TTS
Previous ArticleBreaking News: 25 Unit Rumah Adat Gurusina Jerebu’u Ludes Terbakar
Next Article Foto: Kebakaran Rumah Adat Gurusina Jerebu’u

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.