Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Sambut HUT RI, Unwar Bali Gelar Dialog Kebangsaan
Regional NTT

Sambut HUT RI, Unwar Bali Gelar Dialog Kebangsaan

By Redaksi17 Agustus 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua Yayasan Kesejahtraan KORPRI Provinsi Bali, Anak Agung Gede Oka Wisnumurti saat menyampaikan materi, di Restauran Taman Dedari Kota Kupang. Jumat, 17 Agustus 2018 (Foto: Tarsi Salmon/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Menyambut HUT RI ke-73, Universitas Warmadewa (Unwar) Bali menggelar dialog kebangsaan di Restauran Taman Dedari Sikumana, Kota Kupang, Jumat (17/08/2018).

Kegiatan dialog ini mengusung tema “Merajut Keberagaman untuk Memperkokoh Kebengsaan”.

Dialog dihadiri wakil Rektor Unwar Bali Prof. dr. Dewa Putu Widjana dan narasumber yakni; Ketua Yayasan Kesejahtraan KORPRI Provinsi Bali Anak Agung Gede Oka Wisnumurti.

Ketua Yayasan Kesejahtraan KORPRI Provinsi Bali Anak Agung Gede Oka Wisnumurti, dalam penyampaian materinya mangatakan, ada kebanggaan bangsa Indonesia pada masa lalu.

Kebanggaan itu adalah rakyat yang menduduki sifat plural dengan beraneka warna bahasa dan kebudayaan, serta bhineka tunggal ika.

Namun di balik itu, kata dia, kebanggaan tersebut lambat laun menjadi situasi yang memprihatinkan, mengingat akan aneka warna masalah yang mungkin timbul karena sifat itu.

“Hasil survey mengenai indeks kerentanan radikalisme di Indonesia tahun 2011 mencapai 43,6 persen dan tahun 2010 sebesar 45,4 persen. Meskipun indeks tahun 2011 turun, hal itu tetap mengkhawatirkan karena indeks itu jauh dari titik aman 33,3 persen,” katanya.

Menurut Wisnumurti, tantangan Indonesia saat ini adalah globalisasi dan keterbukaan informasi dunia tanpa batas.

“Aktualisasi keindonesiaan melalui perwujudan nilai-nilai Pancasila dan semangat sejarah kebangsaan Indonesia, isu besar keragaman dalam kebangsaan menjadi tantangan dalam suasana globalisasi saat ini,” ujarnya.

Isu pengembangan nilai-nilai demokrasi kata dia, untuk mewujudkan keadilan sosial termasuk isu besar yang belum tuntas.

“Isu ini merupakan titik temu antara demokrasi politik dan demokrasi ekonomi. Wujud nyata dari isu ini adalah bagaimana mengurangi kesenjangan, mengatasi kemiskinan dan memberikan perlindungan sosial terhadap warga negara,” jelasnya.

 

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

Kota Kupang
Previous ArticleSemarak HUT RI di Wilayah Perbatasan
Next Article 4.347 Warga Ende Dukung UHC

Related Posts

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
Terkini

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.