Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Tali Bendera Putus, Pelajar SMP di Mota’ain Nekat Panjat Tiang
HEADLINE

Tali Bendera Putus, Pelajar SMP di Mota’ain Nekat Panjat Tiang

By Redaksi17 Agustus 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Yohanes Andigala saat memanjat tiang bendera (Foto:Marcel/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua, Vox NTT-Yohanes Andigala pelajar SMP Negeri Silawan kelas 7 menjadi pahlawan penyelamat tali tiang bendera yang putus saat upacara peringatan HUT RI ke-73 di Mota’ain, Desa Silawan, kecamatan Tasifeto Timur, Belu, Jumat (17/08/2018) pagi.

Insiden unik putusnya tali bendera bermula saat pasukan pengibar bendera hendak mengibarkan bendera Merah Putih sekitar pukul 09.40 Wita.

Setelah mengikat tali bendera pada tali dan ketika hendak ditarik, sontak tali pada bagian sebelah putus. Akibatnya bendera tidak ditarik dan upacara sempat tertunda.

Namun demikian, insiden tersebut tidak menyurutkan semangat petugas dan peserta untuk tetap melanjutkan upacara sembari menyanyikan lagu Indonesia Raya hingga selesai.

Melihat tali bendera yang putus tersebut,  Yohanes Andigala nekat memanjat tiang setinggi kurang lebih 7 meter itu hingga ujungnya. Dia kemudian melepaskan tali yang putus itu dan membawanya kembali ke bawah..

Di bawah tiang bendera petugas pengibar dibantu aparat TNI-Polri langsung membantu menerima tali itu lalu mengikatnya lagi. Sekitar 1 menit kemudian bendera berhasil dikibarkan sambil memberikan penghormatan.

Pantauan VoxNtt.com, aksi yang dilakukan Yohanes termasuk tindakan heroik dan nekat. Betapa tidak, saat pelajar SMP memanjat semakin tinggi, tiang bendera nampak goyah dan miring.

Namun kondisi tersebut tidak membuat remaja tersebut menyurutkan niatnya hingga meraih tali bendera dan membawa tali tersebut ke bawah.

Wakil Bupati Belu, J.T Ose Luan yang bertindak sebagai Inspektur Upacara meminta semua peserta upacara agar tidak memberikan penafsiran atas kejadian tersebut.

“Bangsa ini tetap jaya dan tidak akan terganggu dengan apapun tindakan dan perbuatan orang-orang yang tidak bertanggungjawab yang ingin menggangu keutuhan NKRI, Pancasila, UUD 45 karena terhimpun dalam Bhineka Tunggal Ika” kata Ose.

Menurut Ose, kejadian putusnya tali bendera mengingatkan semua anak bangsa untuk mengenang masa lalu dimana pengorbanan para pejuang dalam meraih kemerdekaan sangat berarti.

Kejadian tadi adalah insiden yang tidak direncanakan, tapi mari kita jadikan suatu kekurangan agar kedepan hal seperti ini tidak terjadi lagi.

“Ini pahlawan kecil penyelamat kita pagi ini. Seorang anak pelajar yang menjadi penyelamat dalam upacara kemerdekaan” kata Ose. Terimakasih pahlawan kecil, kejadian ini menggugah saya  tapi kau adalah pahlawan dan ini pembelajaran untuk kita semua” kata Ose.

Penulis:Marcel Manek

Editor: Irvan K

Belu
Previous ArticleSuami Istri Penyalur TKI Beda Keterangan, Ada apa?
Next Article GMNI Kupang Gelar Upacara Bendera Bersama Pemulung

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.