Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»GMNI Ajak Rakyat dan Pemerintah Keluar dari IMF
NASIONAL

GMNI Ajak Rakyat dan Pemerintah Keluar dari IMF

By Redaksi3 September 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
DPP GMNI saat berdiskusi membahas pertemuan IMF dan Bank Dunia (Foto: Dok. GmnI)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mengajak rakyat dan mendesak pemerintahan Jokowi keluar dari keanggotaan International Monetary Fund (IMF).

Hal ini diserukan GMNI menyikapi agenda IMF-World Bank Annual Meeting 2018 di Nusa Dua, Bali, 8-14 Oktober 2018 mendatang.

“GMNI mengajak segenap elemen masyarakat untuk bersatu padu mendesak pemerintah RI untuk mengambil sikap tegas keluar dari cengkraman IMF,” tegas Leo Liwun, DPP GMNI Bidang Ekonomi Koperasi dalam siaran pers yang diterima VoxNtt.com, Senin (03/09/2018).

DPP GMNI, kata Leo, menilai acara yang dihadiri 15.000 peserta dari 189 negara anggota IMF ini, tidak akan membawa manfaat bagi perekonomian Indonesia di waktu mendatang.

Dikatakan pertemuan ini hanya membahas kepentingan kapitalis global untuk memuluskan cengkramannya pada negara-negara berkembang termasuk Indonesia.

“Pertemuan ini malah membuat pemodal asing leluasa mendikte kebijakan-kebijakan ekonomi negara berkembang dan kemudian mengotrolnya” tutur Leo.

DPP GMNI, jelas Leo, konsisten menolak agenda ini karena bertolak belakang dengan ideologi Marhaenisme.

“Marhaenisme menghendaki adanya kedaualatan ekonomi dan politik not intervensi. Bangsa ini sudah berdarah-darah memperjuangkan kemerdekaan agar bisa benar-benar berdaulat artinya dalam dinamika berbangsa, idealnya politik, ekonomi dan budaya diatur sendiri oleh bangsa ini” papar Leo.

“Kita punya potensi jumlah penduduk yang banyak, luas wilayah yang besar, sumber daya alam yang memadai. Potensi ini sudah memungkinkan kita untuk berdaulat,” lanjutnya.

Leo yakin, di bawah kendali Jokowi, Indonesia bisa keluar dari IMF asalkan rakyat tidak terpecah-belah dan bersatu mendukung pemerintah.

“Sudah setengah abad lebih kita menjadi anggota IMF namun Indonesia tetap menjadi negera berkembang di tengah SDAnya yang melimpah. Akibatnya kita gagal mewujudkan cita-cita membangun masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila” tegasnya.

Dalam diskusi bulanan DPP itu menghasilkan beberapa sikap politik GMNI yakni :
1. Menolak agenda IMF Annual Meeting
2. Mendorong pemerintah untuk keluar dari keanggotaan IMF
3. Mendesak pemerintah untuk menjalankan konsep Tri Sakti.

Penulis: Tarsi Salmon

Editor: Irvan K

Previous ArticleJhon Atet Gantikan Fransisco Soares Sebagai DPRD Belu
Next Article Siswa SMAN 2 Lamba Leda Belajar di Tengah Keterbatasan

Related Posts

Perkuat Kedamaian dalam Bingkai Toleransi, Benny Harman Buka Puasa Bersama Umat Muslim di Labuan Bajo

27 Februari 2026

GMNI Kritik Presiden Prabowo, Akses Ekspor Nelayan Dinilai Tak Signifikan Tanpa Perbaikan Kepemilikan Kapal

17 Februari 2026

Benny Harman: Jurnalis Berperan Jaga Hukum dan Pluralisme di Labuan Bajo

10 Februari 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.