Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Bupati Ende Didesak Segera Copot Sekretaris Camat Maukaro
Pilkada

Bupati Ende Didesak Segera Copot Sekretaris Camat Maukaro

By Redaksi11 September 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua Umum Forum Mahasiswa Kecamatan Maukaro Ende Kupang, Markus Gani (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Ketua Forum Mahasiswa Kecamatan Maukaro Kupang, Markus Gani mendesak Bupati Ende Marsel Petu untuk segera mencopot Sekretaris Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Benediktus Djegho dari jabatannya. Benediktus juga menjabat sebagai Sekretaris Camat Maukaro.

Gani menduga sekretaris PPK Maukaro itu belum membayar honor Pilkada 2018.

“Sebagai orang asal Kecamatan Maukaro, saya mendesak segera pihak pengelola anggaran Pilkada Gubernur NTT dan Bupati Kabupaten Ende tahun 2018 untuk segera membayar honor PPK yang berjumlah 3 orang dan PPS berjumlah 22 orang,” ujar Gani dalam rilis yang diterima VoxNtt.com, Minggu malam (09/09/2018).

Honor dengan total anggaran, kata dia, bulan Juli 2018 sebesar Rp 32.400.000.

“Uang honor untuk PPK dan PPS se-kecamatan Maukaro tersebut sengaja tidak di bayar oleh sekretaris dan bendahara PPK Kecamatan Maukaro,” ujar pemuda asal Ende itu.

Mantan Ketua PMKRI Cabang Kupang periode 2017-2018 itu juga mendesak Pihak Kepolisian Resort Ende untuk segera menyelidik dan menangkap dugaan penggelapan uang honor PPK dan PPS.

“Akibat tidak bayarnya honor tersebut membuat PPK dam PPS sekecamatan resah pada pengelola anggaran Pilkada kec. Maukaro,” jelas Alumni Unwira Kupang itu.

Gani mengatakan, uang honor PPK dan PPS tersebut diduga membayar Kepolisian Sektor Maukaro yang sudah mengamankan Pilkada di kecamatan itu.

“Menjadi pertanyaan saya apakah tidak ada alokasi anggaran dari Pemda untuk Kepolisian Resor Ende? Ada apa sampai harus mengambil uang honor untuk membayar Polisi yang menjaga keamanan Pilkada? Ataukah dari Kapolres Ende tidak mengalokasikan anggaran pengaman pilkada di setiap sektor,” yanya Gani.

Sementara itu hingga berita ini dirilis, VoxNtt.com belum berhasil mengonfirmasi Bupati Ende Marsel Petu

 

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

Ende Kota Kupang
Previous ArticleGMNI Kupang Ingatkan Viktor Laiskodat Harus Konsisten dengan Janjinya
Next Article Proyek Air Minum di Lontoulu Poco Ranaka Dibiarkan Mubazir

Related Posts

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Palma Hill Gelar Pelatihan Public Speaking untuk Anak di Kupang

15 Juni 2026

SPPG Oebobo TDM Tidak Beroperasi Sementara, Pengelola Sebut Kendala Pengadaan Bahan Baku

9 Juni 2026
Terkini

Wali Kota Kupang: Tak Boleh Ada Intimidasi terhadap Tenaga Kesehatan

29 Juni 2026

Gubernur NTT Minta Aparat Penegak Hukum Profesional Usut Kematian Dokter Icha

29 Juni 2026

PT SJA Sosialisasikan Rencana Tambang Mangan di Reok, Warga Kampung Jengkalang Nyatakan Dukungan

29 Juni 2026

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

28 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.