Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Dua Jabatan Kepala Dinas di Belu Masih Lowong
NTT NEWS

Dua Jabatan Kepala Dinas di Belu Masih Lowong

By Redaksi16 September 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pertemuan sejumlah perwakilan masyarakat Belu di ruang kerja Ketua DPRD Belu (Foto: Marcel Manek/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua, Vox NTT- Dua jabatan kepala dinas di Kabupaten Belu hingga kini masih lowong.

Keduanya yakni, Kadis Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kadis Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP).

Akibat kekosongan jabatan Kadis pada dua instansi ini membuat beberapa warga Belu ikut mempertanyakan. Sebab, dua instasi ini dianggap penting oleh masyarakat.

Ramos Tae Bere, politisi di Kabupaten Belu dalam rapat bersama Ketua DPRD setempat dengan sejumlah warga, Jumat (14/09/2018), juga ikut mempertanyakan alasan belum terisinya dua jabatan Kadis tersebut.

Disaksikan VoxNtt.com, dalam rapat yang berlangsung di ruang kerja Ketua DPRD Belu itu, Ramos mengatakan pemerintah terkesan kurang serius mengurus masyarakat, terutama untuk segera mengisi dua jabatan yang lowong. Lebih banyak, pemerintah mengurus proyek.

Sebab itu, dia meminta agar dua jabatan itu harus segera diisi, sebab sangat strategis untuk menjalankan program-program prioritas kepemimpinan Bupati Belu Wilybrodus Lay dan Wakil Bupati J.T Ose Luan.

Menurut dia, pimpinan dua OPD yang strategis ini jangan dibiarkan kosong. Kekosongan pimpinan OPD jangan sampai menuai masalah, sebagaimana yang terjadi pada Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) terkait ketiadaan formasi CPNSD Kabupaten Belu tahun 2018.

Viktor Motain Nahak selaku tokoh pemuda dalam pertemuan itu mengatakan, pemerintah perlu mengisi jabatan yang lowong.

Pengisian jabatan Kadis, kata Viktor, tentu dengan menempatkan pejabat yang sudah mengikuti assesment sesuai hasil perangkingan beberapa waktu yang lalu.

Ia meminta agar jabatan pimpinan di dua dinas itu tidak boleh melakukan assesment ulang, karena nanti membutuhkan anggaran lagi.

Sebelumnya, Bupati Belu Wilybrodus Lay mengatakan, pengisian jabatan yang lowong belum bisa dilakukan. Sebab harus didahului dengan assesment uji kepatutan dan kelayakan. Untuk assesment, kata Bupati Wily, dibutuhkan anggaran cukup banyak untuk mendukung pelaksanaan uji kompetensi.

Penulis: Marcel Manek
Editor: Ardy Abba


Belu
Previous ArticleTidak Ada Formasi CPNS, Wabup Belu: Ini Fatal
Next Article Simpasio Institut Adakan Kemah Literasi Sains Anak-anak

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.