Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Gaji 21 Guru THL di Matim Tetap Dibayar
NTT NEWS

Gaji 21 Guru THL di Matim Tetap Dibayar

By Redaksi20 September 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua Komisi C DPRD Matim, Siprianus Habur (Foto: Nansianus Taris/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Gaji 21 guru tenaga harian lepas (THL) yang sudah lima bulan tidak dibayar tetap akan diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur (Pemkab Matim).

Anggaran untuk gaji 21 guru THL itu tetap ada sesuai DPA.

“Sudah jelas, anggaran kita tidak ubah atau pangkas. Dan saran pa Bupati itu tetap sesuai dengan DPA induk. Tidak ada pemecatan,” ujar Ketua Komisi C DPRD Matim, Siprianus Habur saat ditemui VoxNtt.com di kantor dewan, Kamis (21/09/2018).

“Saya pikir secara struktur tidak mungkin, otoritas keuangan daerah ini ada di Bupati. Saya tidak paham kalau dinas tidak lakukan perintah bupati itu. Kan jelas itu surat perintah,” kata politisi PBB itu.

Sipri menegaskan, Komisi C DPRD Matim tetap mendorong agar gaji guru THL tetap Rp 1.250.000 tiap bulannya dan harus dibayar untuk lima bulan yang tertunda.

Dia menambahkan, jika Dinas PK Matim tetap tidak melakukan pembayaran gaji 21 guru THL, maka tinggal dikomunikasikan kembali kepada pimpinan DPRD atau Bupati.

“Tetap nanti kita minta pertanggungjawaban atas surat yang dikeluarkan oleh bupati. Masa tidak punya nilai. Kan di situ dia. Paling tidak, dinas pasti tetap lakukan, hanya mungkin belum ada komunikasi teman-teman THL itu dengan dinas. Mungkin bukan tidak mau cair, mungkin hanya karena masih ada gesekan perasaan saja,” ujar DPRD dari Dapil Poco Ranaka dan Poco Ranaka Timur itu.

Sipri juga meminta kepada Dinas PK Matim untuk menghargai jasa para guru yang sudah lama mengabdi di sekolah demi kemajuan pendidikan di daerah itu.

“Saya selalu omong. Hargai jasa orang. Mereka ini sudah mengabdi lama, apalagi kemarin itu karena miss komunikasi mungkin. Tinggal kami nanti, teman-teman THL yang belum terima gaji, bangun komunikasi dengan dinas lagi. Yang penting mereka masih mengabdi di sekolah. Malah, saran saya kemarin, kalau bisa Sekda juga tetap menjembatani,” tutur Sipri.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur
Previous ArticleBreaking News: Kebakaran di Tentang Ludeskan Tiga Rumah
Next Article Tahun 2017, Yoga Kembali Ciptakan Disparitas Pembangunan di Matim

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.