Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Bawaslu NTT Ajak Mahasiswa Undana Ikut Awasi Pemilu
Pilkada

Bawaslu NTT Ajak Mahasiswa Undana Ikut Awasi Pemilu

By Redaksi25 Oktober 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Seminar nasional yang diselenggarakan oleh Jurusan Ilmu Politik Fisip Undana Kupang di Aula Fisip Undana, Kamis (25/10/2018).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Koordinator Divisi Hukum Bawaslu Provinsi NTT, Melli Marpaung mengajak seluruh mahasiswa Undana Kupang untuk turut aktif dan terlibat dalam pengawasan pemilu tahun 2019 mendatang.

Keterlibatan mahasiswa sangat penting demi terwujudnya hasil demokrasi yang berkualitas dan bermartabat.

Hal itu disampaikan Marpaung dalam seminar nasional yang diselenggarakan oleh Jurusan Ilmu Politik Fisip Undana Kupang di Aula Fisip Undana, Kamis (25/10/2018).

Seminar tersebut bertema “evaluasi Pilkada serentak dalam menyukseskan pemilu legislatif dan pemilu presiden dan wakil presiden 2019”.

Hadir juga sebagai pemateri Ketua KPU NTT Yanti Adoe dan peneliti senior Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus. Selain mahasiswa, seminar juga dihadiri oleh para dosen dan staf di Kampus Undana.

Marpaung mengatakan, Pilkada serentak 2018 pada 10 kabupaten di Provinsi NTT ditemukan juga cacat dan cela yang cukup banyak.

Bawaslu menemukan sejumlah pelanggaran. Itu seperti; kasus kampanye hitam, politik uang, ijasah palsu dan sejumlah pelanggaran lainnya.

“Di Kabupaten Nagekeo ada kasus politik uang, prosesnya penanganan sampai tuntas,” kata Marpaung.

Khusus untuk Pemilu, Marpaung sangat berharap agar mahasiswa berada di garda terdepan untuk terlibat dalam pengawasan. Setiap tahapan pemilu harus dikawal bersama seperti pemutakhiran data pemilih, kampanye dan sejumlah tahapan lain.

Dikatakan, jika masyarakat terlibat dalam pengawasan dan aktif maka tentu hasilnya bisa maksimal.

Sementara Lucius Karus mengatakan, mahasiswa adalah bagian dari civil society yang tidak boleh ditunggangi oleh kepentingan politik atau kepentingan lain.

Lucius juga mengkritisi proses pengkaderan partai politik dalam menentukan Caleg yang terkesan comot sana sini.

“Mahasiswa diharapkan tetap netral dan jangan ditunggangi kepentingan politik tertentu,” katanya.

Penulis: Ardy Abba

Bawaslu Kabupaten Manggarai
Previous ArticleDi Flotim-NTT, Travellers Akan Dimanjakan Ratusan Kolam Beragam Suhu Alami
Next Article Mimpi Gubernur NTT Yang Tertanam di Mulut Seribu

Related Posts

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Rumah Warga di Cibal Barat Ambruk Diterpa Hujan dan Angin Kencang

5 Maret 2026

Profil Desa Paka, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai

4 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.