Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Formada Kupang Desak Kapolda NTT Copot Kapolres Ende
NTT NEWS

Formada Kupang Desak Kapolda NTT Copot Kapolres Ende

By Redaksi26 Oktober 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kordinator Lapangan, Ardi Leo Du saat berorasi di depan Mapolda NTT, Kamis (25/10/2018). (Foto: Tarsi Salvon/Vox NTT).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Peduli Nangapanda (Formada) Kupang menggelar aksi Unjuk Rasa di Polda NTT, Kamis (25/10/2018) sekitar pukul 11:30 Wita kemarin.

Mereka ialah, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kupang, Ikatan Mahasiswa Pelajar Ende (Ipelmen), Forum Koordinasi Mahasiswa Nangapanda, dan FMN Kupang.

Kedatangan forum ini mendesak Kapolda NTT Irjen Pol. Raja Erizman untuk mencopot Kapolres Ende, AKBP Achmad Muzayin dan Kapolsek Nangapanda, Ridwan, SH karena diduga terlibat secara langsung dalam mengintimidasi masyarakat adat Paumere, di kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende

Pantauan VoxNtt.com, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Formada Kupang itu mulai berkumpul di depan Kampus Undana Lama Jl. Jend. Soeharto dan melakukan long march menuju Mapolda NTT

Saat tiba di Polda NTT, forum ini diterima oleh Wadir Intelkam Polda NTT Nur Hidayat di Halaman Kantor itu.

Koordinator Umum aksi Marianus K. Haukilo mengatakan, aksi forum ini untuk meminta bertemu Kapolda NTT terkait kasus sengketa tanah di kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende.

“Dimana disana kami melihat sesuai fakta di video yang beredar disana polsek Nangapanda dengan begitu keji, kejamnya melakukan intimidasi terhadap masyarakat yang mempertahankan tanah suku ulayatnya,”kata Marianus

Kedatangan Aliansi itu kata dia, meminta Kapolda NTT, Irjen Pol. Raja Erizman  untuk  mencopot Kapolres Ende dan Kapolsek Nangapanda.

“Hal ini karena terjadi konspirasi antara kapolres Ende dan Kapolsek Nangapanda sehingga atas instruksi Kapolres Ende, kapolsek  Nangapanda bisa mengintervensi masyarakat yang sementara di tanah ulayat mereka. Sehingga masa aksi hari ini meminta untuk bertemu langsung dengan Kapolda NTT,” tegas Aktivis GMNI Kupang itu

Menanggapi tuntutan forum Mahasiswa itu, Wadir Intelkam Polda NTT, Nur Hidayat mengatakan, tuntutan dari Forum itu akan disampaikan kepada Kapolda NTT untuk ditindaklanjuti

“Permohonan maaf kepada teman-teman semua karena Kapolda dan para pejabat dan Gubernur NTT ada kegiatan Hari kesatuan Gerak Bayangkara di Hotel Oriental. Jadi semua ada disana, semua pejabat utama. Hanya kami yang ada disini,” katanya

Dia mengatakan, jika Kapolres Ende benar mengintervensi dan intimidasi terhadap masyarakat Nangapanda, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak Paminal.

“Sampai dimana keterlibatan itu, keterbuktian itu betul atau tidak. Jika terbukti tentu kita ambil tindakan, kalau dia ada unsur intervensi terhadapa masalah tanah tersebut. Ini akan kami tampung dan akan sampaikan ke Kapolda. Apa kebijakan Kapolda dan tentu kami akan tanyakan masalah ini ke Polres Ende, perkembangannya bagaimana dalam hal penangannnya sampai dimana,” tutup Hidayat.

Penulis: Tarsi Salmon

Editor:  Boni J

 

 

 

 

Copot Kapolres Ende Kapolda NTT Sengketa tanah Nangapanda
Previous ArticlePromosi Unwar Bali di Kupang, Ini yang Dilakukan
Next Article 19 Kepala Daerah Terjaring OTT KPK Tahun 2018, PDIP Terbanyak

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.